Yogyapos.com (SLEMAN) - Perubahan iklim dan pemanasan global tentunya sudah tidak asing di kalangan masyarakat. Fenomena tersebut disebabkan oleh pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke atmosfer yang berlebih.
Sumber utama dari CO2 adalah aktivitas antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan emisi perindustrian. CO2 tergolong dalam gas rumah kaca dengan kemampuan menyerap radiasi pada panjang gelombang infra merah sehingga dalam kondisi tersebut semakin banyak panas yang diserap dan dipantulkan ke bumi. Bahkan, konsentrasi CO2 global pada tahun 2021 mencapai 412 ppm sehingga mengakibatkan kenaikan suhu rata-rata bumi sebesar 1,2 °C.
BACA JUGA: Suhu Hangat Pilkada Sleman Kian Terasa, Deklarasi Harda Belum Bersama Wakilnya
Sebagai bentuk kontribusi generasi muda dalam menangani emisi CO2, Tim PKM Riset Eksakta UGM yang diketuai oleh Agatha Novi Febriyanti (Kimia 22) dengan anggota Ahmad Mahat Madani (Kimia 22), Risma Khoirunnisa Supriadi (Kimia 22), Reza Pramban Danu (Teknik Kimia 22), dan Dave Alexander Natanael (Teknik Kimia 23) mencanangkan material komposit Zeolitic Imidazolate Framework-8 terdoping karbon aktif dari limbah tongkol jagung untuk mengadsorpsi CO2 yang dikaji secara eksperimental dan density functional theory (DFT). Penelitian ini didampingi oleh Fajar Inggit Pambudi SSi MSc PhD dari departemen Kimia UGM.
BACA JUGA: Kasrem Kolonel Dec Jerry Manungkalit Menutup Latihan Posko I Kodim Sleman
Tim PKM RE Zifacture menjelaskan, carbon capture technology menjadi salah satu inovasi yang perlu dikembangkan mengingat emisi CO2 semakin meningkat secara signifikan.
“Penggunaan limbah tongkol jagung didasarkan pada kelimpahannya di Indonesia dan limbah ini dapat dikonversi menjadi karbon aktif yang berfungsi sebagai adsorben,” ujar Agatha melalui rilis yang diterima yogyapos.com, Kamis (18/7/2024).
Ia mengungkapkan, penggunaan limbah tongkol jagung dan ZIF-8 merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan pemanfaatan limbah citra lokal sebagai carbon capture yang belum pernah dikaji dan diketahui masyarakat secara luas.
BACA JUGA: Viral Cekcok Debt Collector vs Pengendara Mobil, Polres Bantul: Anggota Datang Menawarkan Musyawarah
Selain itu, carbon capture berbasis ZIF-8 dinilai lebih ramah lingkungan dan input energinya lebih rendah dibandingkan adsorben larutan amina yang telah dikomersialkan.
“Kami melihat potensi limbah tongkol jagung yang terkadang hanya dipandang sebelah mata. Kami memadukannya dengan ZIF-8 karena penelitian tentang metal organic framework sedang menjadi tren di bidang sintesis material. ZIF-8 memiliki topologi mirip zeolit dengan luas permukaan spesifik yang tinggi, struktur mikropori, serta stabilitas kimia dan termal yang baik,” timpal Mahat.
BACA JUGA: Sistem Zonasi Berdampak Buruk, SMP Nasional Bantul Hanya Peroleh 7 Siswa Baru
Penelitian ini tak hanya dilakukan secara eksperimental di laboratorium, tetapi juga dikaji hingga tingkat molekuler. Tim PKM RE Zifacture meneliti energi adsorpsi CO2 melalui pemodelan komputasi dengan metode DFT.
Pemodelan DFT diharapkan memberikan wawasan tentang interaksi internal komposit AC@ZIF-8 serta interaksi komposit AC@ZIF-8 dengan CO2.
BACA JUGA: Pelaku Gendam Senilai Rp 452 Juta Ditangkap di Semarang
“Riset ini telah diselesaikan secara eksperimental dan pengkajian secara komputasi masih dalam proses finalisasi. Riset ini diharapkan dapat berkontribusi bagi pengembangan carbon capture selanjutnya,” tambah Reza. (*)
