Yogyapos.com (JAKARTA) - Duo lintas generasi, Stephen June, yang digawangi oleh Stephen Tamadji dan Irma June, resmi meluncurkan single ke dua bertajuk “Terima Kasih Jiwa”. Lagu tersebut dirilis pada Sabtu, 14 Februari 2026 di seluruh platform musik digital, menandai babak baru perjalanan musikal dua nama besar di industri musik Tanah Air.
BACA JUGA: Apakah Tuhan Boleh Dilukis?
Stephen Tamadji dikenal sebagai personel dari grup vokal legendaris Warna yang telah mewarnai industri musik Indonesia dengan harmonisasi khasnya. Sementara itu, Irma June adalah diva pop Indonesia yang telah memasuki dekade kelima kiprahnya, tetap konsisten dengan kualitas vokal dan interpretasi yang matang serta emosional.
BACA JUGA: IFI Yogyakarta Gelar Pameran Tunggal 'Road To Igo' Karya Igo Rizkullah Asal Sukabumi
Dalam sesi wawancara bersama awak media pada Senin, 16 Februari 2026, Stephen Tamadji mengungkapkan bahwa ketika pertama kali membaca lirik yang ditulis Irma June, ia langsung merasakan nuansa kontemplatif yang sangat personal. Menurutnya, terdapat kerapuhan sekaligus kekuatan di dalam lirik tersebut, sebuah refleksi tentang jiwa yang tetap bertahan melewati berbagai beban kehidupan.
BACA JUGA: Peringati Hari Pers Nasional, DPD IWOI Sleman Terus Gulirkan Training Jurnalisme Warga
Melodi lagu tersebut, lanjut Stephen, hadir seperti dialog batin yang perlahan bergerak menuju refrain penuh rasa syukur dan terima kasih. Ia sengaja merancang bagian refrain agar dapat dinyanyikan secara “ke dalam” dengan nuansa introvert yang intim, maupun “ke luar” dengan energi megah yang mencerminkan kekuatan; sebuah ajakan untuk merayakan jiwa yang sering terlupakan namun sesungguhnya menopang setiap langkah kehidupan.
BACA JUGA: Apel Siaga KOKAM DIY, Jangan Biarkan Toko Miras Berada di Tengah Pemukiman Warga
Secara musikal, progresi akord dalam lagu tersebut dibuat sederhana namun selaras dengan dinamika lirik. Pada bagian bridge, terselip optimisme yang mengantar pendengar menuju klimaks penuh keagungan, menjadikan lagu tersebut tidak hanya menyentuh secara emosional tetapi juga kuat secara struktur komposisi.
BACA JUGA: Pecatur SCC Yogyakarta Dominasi Kejuaraan Nasional Gajah Chess Valentine Cup 2026
Stephen menjelaskan bahwa dalam proyek Stephen June, proses penciptaan lagu berjalan sangat fleksibel dan terbuka terhadap eksplorasi artistik. Pada single pertama mereka, “Pencarian”, ia lebih dahulu menciptakan melodi sebelum Irma menulis lirik; sementara pada “Terima Kasih Jiwa” prosesnya dibalik, Irma lebih dulu menuangkan kisahnya dalam lirik, lalu Stephen menggubah komposisinya.
BACA JUGA: Raih 29 Medali, SMA Muhi Yogya Terbaik Nasional dalam Olimpicad ke-8 di Makassar
Sebagai penyanyi yang berakar dari format grup, Stephen mengaku harus menantang dirinya untuk mengeksplorasi wilayah nada tinggi yang sebelumnya jarang ia sentuh. Ia juga berupaya menyesuaikan diri dengan gaya khas Irma yang kaya dengan riff dan runs, sementara Irma sendiri belajar menyeimbangkan kebebasan sebagai solois dengan disiplin harmoni dalam format duet; sebuah proses yang mereka jalani dengan chemistry yang kuat dan penuh sukacita.
BACA JUGA: Anggota DPRD Kota Bekasi Evi Mafriningsianti Tekankan Kolaborasi di Seminar KBPII
Dalam proses produksinya, Stephen dan Irma kembali bekerja sama dengan Agus Hendrajaya yang dikenal memiliki sensitivitas tinggi dalam menerjemahkan emosi ke dalam aransemen. Kolaborasi tersebut berjalan mulus karena ketiganya telah beberapa kali bekerja bersama sebelumnya, sehingga komunikasi kreatif terjalin dengan sangat efektif.
BACA JUGA: Pelantikan Pengurus Kadin Sleman, Danang Maharsa Anggota Dewan Penasehat
Stephen mengungkapkan bahwa sejak pertama kali mendengar draft aransemen, ia merasa esensi lagu sudah tertangkap dengan tepat. Ia bahkan diberi ruang untuk mengisi part piano sendiri, sementara ide-ide instrumentasi dari Agus memperkaya nuansa megah sekaligus intim yang menjadi roh utama lagu tersebut.
BACA JUGA: DPP Abpednas Indonesia Hibahkan 7 Unit Kendaraan untuk Kejaksaan Aceh dan Sumate
Bagi Stephen, “jiwa” dalam lagu tersebut memiliki makna yang luas dan personal. Ia mendedikasikan lagu tersebut kepada sang istri tercinta yang selalu menjadi penopang di masa-masa terendah hidupnya, serta kepada siapa pun yang menjadi alasan seseorang untuk tetap bertahan dan melanjutkan hidup.
BACA JUGA: Polda DIY Gencarkan Operasi Pekat Jelang dan Selama Ramadan
Ia berharap, sebagaimana single pertama mereka mendapat respons hangat dari pendengar yang merasa “relate”, lagu tersebut pun mampu menjangkau lebih banyak hati dan menjadi pengingat bahwa setiap orang pantas merayakan ketangguhan jiwanya sendiri.
Irma June mengungkapkan bahwa lirik “Terima Kasih Jiwa” ditulis berdasarkan kisah hidupnya sendiri yang ia gambarkan seperti roller coaster. Di balik citra ceria dan ekstrovert yang selama ini dikenal publik, ia menyimpan sisi introvert dan luka yang jarang terlihat oleh orang lain.
BACA JUGA: Rektor Universitas Insan Cita Indonesia: Pendidikan Digital Perkuat SDM Pekerja KSPSI
Ia menyadari bahwa selama bertahun-tahun ia terlalu fokus memikirkan orang lain hingga lupa mengapresiasi jiwanya sendiri yang terus bertahan. Bagian lirik “dunia tak tahu kau luka” menjadi kalimat yang paling berat untuk ia tulis, karena merepresentasikan realitas banyak orang yang terlihat kuat di luar namun menyimpan perjuangan dalam diam.
BACA JUGA: Tim Advokasi Peduli Hukum Ajukan Permohonan Uji Materi Permensos Nomor 3 Tahun 2026
Irma menegaskan bahwa komunikasi dan kedekatannya dengan Stephen terbangun tidak hanya dalam konteks profesional, tetapi juga personal. Ia merasa sudah seperti keluarga dengan Stephen dan istrinya, sehingga proses diskusi kreatif mengalir secara natural meskipun tak jarang berlangsung seru layaknya “Tom & Jerry”.
BACA JUGA: 5.000 Banser Ikuti Apel Akbar di SPN Selopamioro, Komit Jaga Keutuhan NKRI
Perbedaan warna suara mereka justru menjadi kekuatan utama duet tersebut. Dengan latar belakang musikalitas Stephen sebagai pianis dan musisi kelas dunia, serta karakter vokal Irma yang kuat dan khas, keduanya berhasil memadukan suara yang meminjam istilah dunia musik “kawin banget”.
BACA JUGA: Persediaan Pangan Sleman Surplus, Pemkab Tetap Antisipasi
Irma menegaskan, tetap mempertahankan DNA vokalnya dalam rekaman lagu tersebut, membiarkan semuanya mengalir secara natural sesuai jati dirinya. Bersama Stephen dan Agus, mereka bahkan membentuk grup diskusi khusus demi memastikan setiap detail lagu tersampaikan dengan utuh dan bermakna.
BACA JUGA: Hadiri Plantikan Pengurus KBPII Bekasi Raya, Wawali Harris Bobihoe Tekankan Penguatan Moral Pelajar
Track gitar dalam lagu “Terima Kasih Jiwa” diisi oleh seorang musisi muda berbakat bernama Jethro. Permainan gitarnya menghadirkan warna yang khas dan membuat keseluruhan lagu terasa lebih menyentuh serta emosional. Sentuhan nada yang ia mainkan memberi nuansa hangat dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut.
BACA JUGA: Kalurahan Prenggan Gelar Upacara Adat Nyadran Menyambut Ramadhan
Menariknya, Jethro mengerjakan part gitarnya langsung dari Tiongkok, tempat ia sedang menempuh pendidikan. File rekaman gitar tersebut kemudian ia kirimkan ke Indonesia untuk proses produksi lebih lanjut. Meskipun terpisah jarak, kolaborasi tersebut tetap berjalan lancar dan menghasilkan harmonisasi yang kuat dalam lagu.
BACA JUGA: Prajurit Korem Pamungkas Ikuti Hans Mars 15 Kilometer, Ini Tujuannya
Stephen June turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Hendi Ahmad dari label AFE Records. Ia mengapresiasi kesempatan dan dukungan yang diberikan sehingga lagu “Terima Kasih Jiwa” dapat resmi dirilis di bawah naungan label tersebut. Menurutnya, kepercayaan dari pihak label menjadi langkah penting dalam perjalanan karier musiknya.
BACA JUGA: Jelang Ramadhan, Polres Bantul Sita Puluhan Botol Miras
Saat ini, Stephen June juga tengah mempersiapkan perilisan video musik untuk lagu tersebut, diproduksi oleh AFE Pictures dan disutradarai oleh Farid Zafran. Konsep yang diusung berbentuk short movie music video, sehingga menghadirkan alur cerita yang lebih mendalam dan sinematik.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Teken MoU Tingkatkan Kapasitas Kompetensi UMKM
Untuk pemilihan pemeran, AFE Pictures mengadakan open casting secara online yang diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah. Dari proses tersebut, terpilih satu pria dan satu wanita sebagai pemenang yang kemudian dipercaya menjadi talent dalam video musik tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat visualisasi cerita dan emosi yang ingin disampaikan melalui lagu “Terima Kasih Jiwa.”
BACA JUGA: Pecatur SCC Yogyakarta Dominasi Kejuaraan Nasional Gajah Chess Valentine Cup 2026
Menutup pernyataannya, Irma menyampaikan pesan sederhana namun kuat: jika seseorang telah berjalan sejauh ini dalam hidupnya, itu artinya ia hebat. Karena di balik setiap langkah, ada jiwa yang bertahan dan kuat dan sudah sepantasnya kita berkata, “Terima Kasih, Jiwa.”
BACA JUGA: Disperindag Sleman Ekspose Hasil Pengawasan Pakta Integritas Pedagang Pasar dan Toko Swalayan
Single “Terima Kasih Jiwa” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Stephen June berharap karya tersebut dapat diterima dengan hangat oleh masyarakat musik Indonesia dan menjadi soundtrack refleksi bagi siapa pun yang sedang belajar mencintai serta mengapresiasi jiwanya sendiri. (Muhammad Fadhli)
