Kemiskinan Meningkat 14 Persen, Pemkab Bantul Bertekad Memperkecil

share on:
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam Rapat Konsolidasi Anggaran, Data dan Program Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2022, di Ros In Hotel Bantul, Rabu (12/1) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Memasuki tahun 2022, angka kemiskinan di Bantul diharapkan tidak bertambah, tetapi sebaliknya mengalami penurunan. Upaya memperkecil kemiskinan ini dilakukan melalui berbagai cara, yaitu menggulirkan program-program di semua sektor.

“Salah satu alasan yang mendasar bahwa berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu melakukan penanggulangan kemiskinam adalah data dari BPS menunjukan angka kemiskinannya akhir-akhir ini naik sekitar 14 persen,” kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, saat menjadi nara sumber pada Konsolidasi Anggaran, Data dan Program Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2022, di Ros In Hotel Bantul, Rabu (12/1).

Bupati menyadari, meskipun kendalanya anggaran tahun 2022 sudah jadi, namun harus dan bisa dilakukan penyesuaian-penyesuaian agar program programnya bisa tepat terlaksana dan membuahkan hasil nyata menanggulangi kemiskinan yang ada. 

Program-program tersebut arahnya harus menyentuh dan memberdayakan masyarakat kecil (miskin). Dilakukan melalui industri kecil antara lain UMKM, perdagangan dan pertanian. OPD yang mengampu harus beketja ekstra keras. 

Program padat karya juga masih diperlukan. Karena mampu melibatkan masyarakat kecil, berdampak positif bagi penciptaan lapangan kerja musiman masyarakat. Anggarannya juga cukup tersedia.

“Namun itu semua harus lebih dicermati agar tepat guna dan bermanfaat untuk penanggulangan kemiskinan di masyarakat,” tandas Halim. 

Sementara itu, Wabub Bantul Joko Purnomo, mengungkapkan agar dalam upaya ini hasilnya bisa maksimal dan manfaat, maka dalam melaksanakan programnya, OPD diharapkan selalu menjalin komunikasi dengan para Panewu bahkan Lurah serta Dukuh setempat. 

“Sejalan dengan itu telah digulirkan program bantuan dari Pemkab Bantul sejumlah Rp 50 juta untuk setiap padukuhan pada tahun 2022 supaya benar-benar untuk penanganan kesehatan, pendidikan dan stunting diantaranya melaui Posyandu,” kata Joko, seraya menambahkan bahwa di Bantul kini masih banyak warga yang kalorinya masih dibawah standar normal (2.160 kalori). (Spd)


share on: