Ingin Literasi Peradaban? Kunjungi Ndalem Natan

share on:
Nasir Tamara menemani pembeli buku di Natan Bookstore || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (YOGYA) - Kotagede memang dikenal sebagai jantung peradaban Mataram. Dari kawasan Alas Mentaok inilah awal mula Kerajaan Mataram berdiri dan memperluas pengaruhnya. Jejak kebesarannya masih bisa ditemukan, baik berupa benteng, makam, beringin maupun tata kota lama.

BACA JUGA: Joko, Nama Aslinya Nyaris Tak Dikenal karena Nglakoni Pekerjaan Sebagai Produsen Kendang

Dalam konteks kesejarahan dan peradaban itu, kata Dr Nasir Tamara DEA DESS memulai perbincangan dengan yogyapos.com, kita mestinya mengangkat dan membangkitkan khazanah kemataraman.

“Akan sangat menarik jika kita membuka diri bagi terjalinnya diskusi dengan tema-tema desa, peradaban, literasi dan kesejarahan,” tandas pemilik Ndalem Natan, Kotagede, Yogyakarta, selepas diskusi terbatas, Rabu (13/9/2023) sore.

BACA JUGA: Dua Mayat Bayi di Sungai Buntung, Siapa Punya dan Tega Membuangnya?

BACA JUGA: Hari Kunjung Perpustakaan, 20 Instansi di Sleman Peroleh Bantuan

Sebagai langkah awal, lanjutnya, Ndalem Natan membuka Natan Bookstore yang menyediakan ribuan koleksi pustaka dalam beragam tema. “Ada buku-buku dari penulis asing dan penulis kita yang bisa menjadi bacaan awal untuk memahami Jawa, Nusantara, kebudayaan dan beragam jenis karya sastra. Ini memang kami jual tetapi pembeli bisa membuka segel untuk membacanya, karena buku memang untuk dibaca,” jelasnya.

Ndalem Natan di kala malam || YP-Wahjudi Djaja

Dalam diskusi terbatas sebelumnya, Ketua Umum Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (KASAGAMA), Wahjudi Djaja, menyambut baik ide untuk menghidupkan bara budaya dan api sejarah. “Masih banyak hal yang perlu digali dan didiskusikan terkait Kotagede dan Mataram. Dulu Alas Mentaok hanyalah sebuah desa kecil, namun berkat kepiawaian Panembahan Senopati dan para penghulu sejarah Mataram, namanya tak pernah hilang dari narasi dan perbincangan,” paparnya.

BACA JUGA: Mantan Kepala Dispertaru DIY Kembalikan Uang Gratifikasi, Ini Totalnya Ckckckck...

BACA JUGA: Tim Penasihat Hukum Agus Santoso Minta Hakim Nyatakan Batal Demi Hukum Dakwaan Jaksa

Sedangkan Direktur Aksa School Taufik Suryawan Edyna dalam kesempatan yang sama menyampaikan perlunya kita menyiapkan strategi budaya yang pas dengan dinamika zaman. “Kita perlu mengangkat kekayaan literasi budaya Nusantara dalam berbagai media dan platform. Selain agar bisa lebih dikenal publik secara luas, juga bisa dijadikan inspirasi dalam membangun desa,” ungkapnya.

Ndalem Natan terketak di Jalan Mondorakan Nomor 5 Prenggan Kotagede Yogyakarta. Selain memiliki arsitektur abad XIX yang masih terjaga sebagai bangunan cagar budaya, pihak pengelola juga menyediakan penginapan, toko buku, kafe dan ruang pamer. Sore itu setidaknya ada tujuh wisatawan mancanegara yang menginap di Ndalem Natan. (Iud)

 

 

 


share on: