Mantan Kepala Dispertaru DIY Kembalikan Uang Gratifikasi, Ini Totalnya Ckckckck...

share on:
Ilustrasi uang gratifikasi || YP-Dok Redaksi

Yogyapos.com (YOGYA) – Berharap mendapat keringanan hukuman, mantan Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetrtu) DIY Krido Suprayitno tersangka korupsi pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) Caturtunggal mengembalikan uang gratifikasi senilai Rp 355.050.000.

Pengembalian uang tersebut dilakukan anggota keluarga dan penasihat hukumnya dua hari lalu. Ini merupakan pengembalian yang ke-8 kali sehingga total uang gratifikasi yang dikembalikan mencapai Rp 4.755.050.000.

BACA JUGA: Nah! Kepala Dispertaru DIY Ditahan, Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 4,7 M

BACA JUGA: Robinson Dikawal Tiga Pengacara Jalani Sidang Perdana, Jaksa Sebut Kerugian Negara Rp 2,952 Miliar

BACA JUGATim Penasihat Hukum Agus Santoso Minta Hakim Nyatakan Batal Demi Hukum Dakwaan Jaksa

“Penyidik Kejati DIY menerima pengembalian uang gratifikasi dari tersangka KS, diserahkan oleh keluarga tersangka KS dan penasehat hukumnya sebesar Rp 355.050.000 dan ini kedelapan kali dilakukan pada Selasa lalu, di Ruang Rapat Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DIY,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DIY, Herwatan.

Sebelumnya, pada Selasa tanggal 18 Juli 2023 penyidik Kejati DIY menerima pengembalian uang gratifikasi sebesar Rp 300 juta, selanjutnya Selasa tanggal 1 Agustus 2023 sebesar Rp 1,3 miliar. 

“Rabu tanggal 9 Agustus 2023 telah mengembalikan uang gratifikasi sebesar Rp 300 juta, Selasa tanggal 15 Agustus 2023  sebesar Rp 700 juta,” bebernya.

Kemudian pada Kamis tanggal 24 Agustus 2023 mengembalikan uang sebesar Rp 1,1 miliar, Kamis tanggal 31 Agustus 2023 senilai Rp. 350 juta, lalu Kamis tanggal 7 September 2023 sebesar Rp 350 juta.

“Jadi, total uang gratifikasi yang telah dikembalikan senilai Rp 4.755.050.000,” jelasnya.

Sementara itu, Ade Yuliawan selalu penasehat hukum tersangka berharap dengan pengembalian tersebut dapat mengurangi tuntutan seperti yang diatur dalam Pedoman Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2019  tentang tuntutan terhadap kasus tipikor.

“(Upaya pengembalian uang) merupakan itikad baik dari tersangka untuk kooperatif dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan sejak tahap penyidikan penuntutan dan pemeriksaan di Pengadilan nantinya,” kata Ade menjawab konfirmasi yogyapos.com, Kamis (14/9/2023).

Krido Suprayitno ditetapkan tersangka oleh penyidik Kejati DIY setelah ditemukan dua alat bukti kuat yakni hasil gratifikasi yang diterima berupa uang dan tanah dari pengembang properti Robinson Saalino.

BACA JUGA: Dinilai Memutus Kerjasama Sepihak, PT Tirta Investama (Aqua Danone) Diadukan ke KPPU

BACA JUGA: Acara Syukuran Dihadiri Danrem, Ketua Pepabri DIY Imbau Anggotanya Jangan Golput

BACA JUGA: Polri Segera Gelar Operasi Mantab Brata Amankan Pemilu 2024, Ini Penjelasannya

Apakah pengembalian uang gratifikasi cara lain pula agar tanah hasil gratifikasi tersebut tidak dirampas oleh negara? Itulah agaknya yang perlu dipertanyakan lebih lanjut.

Sebab dalam keterangan pers Kejati DIY saat penangkapan pada 7 Juli 2023 disebutkan, tersangka diduga menerima gratifikasi berupa dua bidang tanah seni lebih dari Rp 4,5 miliar dari saksi Suyudi, yang saat ini terhadap tanah tersebut sudah bersertifikat hak milik atas nama tersangka. Tersangka juga mendapatkan kucuran gratifikasi uang Rp 211 juta melalui transfer dari Dian Novi Kristianti atau istri Robinson Saalino. (Opo/Met) 

 

 


share on: