Yogyapos.com (SUBANG) - Idan Jaya Kusuma, penyanyi asal Subang, Jawa Barat, siap membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya di industri musik Tanah Air. Ia akan merilis single perdana berjudul “Rindu Dia” yang berada di bawah naungan Ruangkreasi dan resmi diluncurkan pada Minggu, 4 Januari 2026, di berbagai platform musik digital.
BACA JUGA: Meyogyakartakan Dunia
Karya tersebut menjadi penanda transformasi Idan dari musisi latar hingga tampil ke depan sebagai solois. Perjalanan hidup Idan Jaya Kusuma terbilang unik dan penuh warna. Pernah berkiprah sebagai drummer band profesional di bawah label besar seperti Nagaswara, kini ia juga dikenal luas sebagai praktisi pengobatan alternatif Totok Syaraf. Titik balik terbesar dalam hidupnya datang dari dorongan orang tua, terutama sang ibu, yang menjadi sumber motivasi utama untuk terus bangkit dan berjuang demi membahagiakan keluarga.
BACA JUGA: Dwi Manunggal Group Luncurkan 'Jusc dan Mexc', Tingkatkan Target Rp 15 M Setiap Bulan
Idan mengatakan pengalaman panjang di dunia musik profesional, khususnya saat bersama Keisha Band, memberikan pelajaran berharga yang masih dipegang teguh hingga kini. Idan mengaku memahami arti profesionalisme, etika, dan adab dalam bermusik, yang menjadi fondasi kuat dalam setiap langkah kariernya. Nilai-nilai tersebut membentuk karakter dan sikapnya dalam berkarya, baik di atas maupun di luar panggung.
BACA JUGA: Momentum HAB 2026: Merawat Kerukunan dan Membangun Sinergitas Umat
“Keputusan untuk tampil sebagai vokalis di single perdana bukanlah langkah yang saya ambil secara instan. Saya melihat bahwa mengembangkan band menjadi semakin menantang, sehingga saya memberanikan diri untuk berjalan sebagai penyanyi solo. Melalui jalur tersebut, saya merasa lebih leluasa menuangkan isi hati dan emosi ke dalam lagu-lagu yang saya tulis sendiri, meskipun bernyanyi bukanlah latar belakang awal saya,” ujar Idan kepada awak media, Minggu (4/1/2026).
BACA JUGA: KPSPAM Tirto Makmur Tempel Penyedia Air Bersih yang Perlu Diteladani
Pengalaman spiritual dan kemanusiaan dalam praktik Totok Syaraf turut memberi warna tersendiri dalam karya musik Idan. Baginya, musik dan energi adalah satu kesenyawaan yang tidak terpisahkan. Melalui lagu-lagunya, ia berusaha memancarkan energi positif yang diharapkan mampu memberi motivasi dan kekuatan bagi para pendengarnya.
BACA JUGA: Relawan PT PLN Berhasil Pulihkan Listrik di 15 Masjid Terdampak Bencana Aceh
Pemilihan Ruangkreasi sebagai partner perilisan single pertama juga dilandasi kesamaan visi. Idan menilai Ruangkreasi sebagai wadah yang tepat untuk menyalurkan bakat dan karya yang selama ini belum tersampaikan ke masyarakat luas. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk perjalanan musiknya ke depan.

Single “Rindu Dia” menjadi karya yang sangat personal bagi Idan Jaya Kusuma. Lagu tersebut mengisahkan tentang seseorang yang sangat ia sayangi namun kini telah pergi, meninggalkan rindu dan penyesalan. Melalui lagu tersebut, Idan berharap pendengar dapat lebih menghargai waktu bersama orang-orang tercinta sebelum kehilangan menjadi sebuah kenyataan.
BACA JUGA: Kunker Menteri Sakti ke KNMP Pantai Baru Bantul, Disambut Ratusan Nelayan
Sebagai sosok yang berkecimpung di dunia kesehatan alternatif, Idan memandang musik, energi, dan penyembuhan berada dalam satu frekuensi yang sama. Musik membutuhkan rasa, begitu pula pengobatan, sehingga keduanya saling melengkapi dalam perjalanan hidupnya. Atas dasar itu, ia memilih untuk terus berjalan di kedua dunia tersebut secara seimbang.
BACA JUGA: Kejari Bantul Selidiki Dugaan Korupsi di Pemkal Wonokromo, Bupati Serahkan Hasil Audit
Ke depan, Idan juga tengah mempersiapkan proyek web series bersama Ruangkreasi TV. Web series tersebut akan mengangkat perjalanan hidupnya dari nol hingga mencapai titik saat sekarang, dengan pesan utama bahwa kesuksesan sejati tidak lepas dari doa seorang ibu. Medium visual tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang yang tengah berjuang meraih mimpi.
BACA JUGA: Pemkal Girikerto Sleman Melaunching 'Semar Ndalil' untuk Ketahanan Pangan
Sebagai putra daerah Jalan Cagak, Subang, Idan memilih bersikap rendah hati dalam menilai pengaruh latar belakang daerah terhadap dirinya. Ia berharap kehadirannya dapat membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar, termasuk melalui pengobatan yang dilakukan secara seikhlasnya untuk masyarakat. Nilai kepedulian dan kebermanfaatan menjadi prinsip yang terus ia pegang.
BACA JUGA: Warga Dusun Sedan Mengawali Tahun 2026 dengan Pengajian
Menutup perjalanannya, Idan Jaya Kusuma menyampaikan pesan mendalam bagi generasi muda yang sedang mencari jati diri, “Saya mengajak untuk terus belajar, tidak cepat puas dengan pencapaian saat sekarang, dan memahami bahwa kesuksesan sejati adalah ketika mampu membuat seorang ibu bangga. Selain itu, saya juga mengingatkan pentingnya sedekah dan sholawat sebagai bagian dari perjalanan hidup dan spiritual.”
BACA JUGA: Wasis Ridho Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum Yayasan Atshindo Sehati Indonesia Sleman
Lebih lanjut, tonton obrolan Idan Jaya Kusuma dengan Dickydick, eks Drummer Five Minutes di youtube channel RUANGKREASI TV, tentang transformasi Idan dari drummer menjadi ahli pengobatan. (Muhammad Fadhli)
