Hery Prasetyo: Brigade Joxzin Bukan Akar Klitih Yogyakarta

share on:
Komandan Wilayah Brigade Joxzin, Ringo Antono menjelaskan posisi Brigade Joxin sebagai ormas akronim Jogjakarta Islamic Never Die, Senin (13/2/2023) || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (YOGYA)- Diberitakan oleh sebuah media massa nasional sebagai salah satu akar klitih yang kini merebak di Yogyakarta, BRIGADE JOXZIN yang diketuai Hery Prasetyo menyanggah tegas stigma tersebut.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-vonis-mati-sambo-membalikkan-keraguan-publik-9704

“Kami sangat keberatan dengan adanya berita tersebut, karena isinya sangat memojokkan kami serta memberikan stigma negatif tanpa ada klarifikasi terlebih dulu dari sumber terpercaya. Ini merupakan tuduhan serius yang mengancam eksistensi dan masa depan BRIGADE JOXZIN di tengah masyarakat,” tegas Hery Prasetyo dalam surat bantahan yang dibacakan salah satu pengurusnya, Husni Fahrurozy, di hadapan belasan jusnalis di Yogyakarta, Senin (13/2/2023).

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-jpw-dukung-penegak-hukum-tindak-tegas-pelaku-klitih-9688

Berita yang dimaksudkan telah tayang pada 10 Februari 2023 pukul 11.09 WIB berjudul “2 Geng Kondang di Yogyakarta Q-ZRUH dan Joxzin, Akar Klitih di Jogja?”.

Pengurus Brigade Joxzin usai pers rilis, Senin (13/2/2023) || YP-Ismet NM Haris

Hery menegaskan, BRIGADE JOXZIN adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang berbentuk perkumpulan bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, beranggotakan ribuan orang berbasis massa di Yogyakarta. Salah satu syarat menjadi anggota adalah tidak terlibat tindak kriminal, termasuk bebas dari klitih dan narkoba. Sebab narkoba merupakan akar klitih di Yogyakarta.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-satlantas-polres-bantul-amankan-70-sepeda-motor-berknalpot-blombongan-di-dua-lokasi-9694

Bahkan sebaliknya, BRIGADE JOXZIN justru membentuk Satgas Anti Klitih, mendukung gerakan anti narkoba dan berpartisipasi aktif mengkampanyekan anti narkoba dengan slogan JOXZIN ANTI NARKOBA.

“Kami bersama elemen masyarakat lain di Yogyakarta telah berikrar untuk turut serta berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban di Yogyakarta. Salah satunya berpartisipasi aktif untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan (gerakan anti klitih). Oleh karena itu berita yang menyatakan JOXZIN akar klitih sangat tidak benar justru bertentangan dengan fakta. Kami keluarga besar BRIGADE JOXZIN menuntut media massa tersebut meminta maaf terbuka,” tegas Hery didampingi kuasa hukum Hani Kuswanto SH dan Miftah SH beserta pengurus lain diantaranya Komandan Wilayah, Ringo Antono.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-gkr-bendara-minta-media-massa-tak-gunakan-istilah-klitih-karena-mencoreng-pariwisata-yogya-9671

Ditambahkan Ringo, JOXZIN bukan singkatan dari Joko Zinting, tetapi Jogja Islamic Never Die sebagai ormas yang memang berafiliasi mendukung Partai Persatuan Pembangunan di Yogyakarta.

“Dengan adanya stigma akar klitih di tahun politik ini tentu sangat berpengaruh secara politik untuk PPP,” timpal Husni.

Pembacaan sikap dan bantahan oleh Husni Fahrurozy || YP-Ismet NM Haris 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-fpb-ziarah-ke-pusara-jurnalis-korban-pembunuhan-udin-di-trirenggo-9676

Terkait hal itu media, nasional tersebut ternyata telah mengubah judul beritanya menjadi “2 Geng Kondang di Yogyakarta Q-Zruh dan Joxzin” disertai catatan redaksi berbunyi Judul dan beberapa kalimat kami perbaiki pada Senin 13 Februari 2023, pukul 13.00 karena kurang relevan dan bisa membuat persepsi yang berbeda. Terima kasih.

Menanggapi hal ini, Hani Kuswanto SH menyatakan masih akan meminta ketegasan media massa tadi untuk meminta maaf kepada BRIGADE JOXZIN.(Met)

 

 


share on: