FPB Ziarah ke Pusara Jurnalis Korban Pembunuhan (Udin) di Trirenggo

share on:
Mendoakan almarhum Udin di atas pusaranya, Jumat (9/2/2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) – Forum Pewarta Bantul (FPB) mengakhiri rangkaian kegiatan memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2023 dengan berziarah ke makam wartawan SKH Bernas Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin, di Trirenggo Bantu, Jumat (10/2/2023).

Ziarah diikuti belasan jurnalis FPB ini dipimpin ketuanya, Syukro Riyadi. Selain simbolisasi belasungkawa dengan menabur bunga, juga dilakukan doa bersama di pusara almarhum dipimpin jurnalis yogyapos.com, Supardi.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-gkr-bendara-minta-media-massa-tak-gunakan-istilah-klitih-karena-mencoreng-pariwisata-yogya-9671

Udin semasa hidupnya berkhidmat sebagai jurnalis SKH Bernas Yogyakarta, sehari-hari melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Bantul yang bupatinya saat itu dijabat Sri Roso Sudarmo. Ia bukan sekadar menulis berita-berita seremonial, tetapi juga menulis berita-berita terkait dinamika politik dan sosial secara kritis. Di sisi lain rajin pula melakukan investigasi peristiwa-peristiwa hukum struktural maupun kriminal umum, kemudian menuliskan beritanya dengan mematuhi kaidah cover both side (berimbang).

Di zaman kebebasan pers yang ‘terpasung’ oleh rezim represif Orde Baru, berita-berita yang ditulis Udin tergolong berada di garda depan dalam ‘menggonggong’ ketimpangan kekuasaan dan/atau pihak-pihak yang berada di lingkaran kekuasaan.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ketua-pwi-nyatakan-jangan-jadi-buzzer-presiden-ingatkan-media-massa-tidak-tergelincir-polarisasi-9670

Diduga kuat karena berita-berita ‘sexy’ yang ditulisnya, maka ia dianiaya sekelompok orang tak bertanggung jawab di depan pintu rumahnya hingga tak sadarkan diri. Sesaat setelah peritiwa tragis malam itu, ia dibawa ke Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.

Tabur bunga di pusara Udin, di Trirenggo, Bantul, Jumat (9/2/2023) || YP-Ist

Namun selang beberapa hari takdir berbicara lain, jurnalis bertubuh tinggi dan kekar itu menemui ajalnya pada 16 Agustus 1996 atau tepat sehari menjelang peringatan HUT RI.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kejari-sleman-membenarkan-sedang-menyelidiki-dugaan-penyelewengan-dana-hibah-pariwisata-9653

Kapolres Bantul Letkol Ade Subardan dan Kapolwil DIY Kolonel Mulyono Sulaiman ketika itu melakukan upaya pengungkapan. Namun hingga kini kasus pembunuhan Udin bagai dark number, tak terungkap siapa pelakunya dan apa motifnya.

Ketua FPB Sukro Riyadi, menuturkan kegiatan ziarah ini dimaksudkan dan bertujuan mendoakan almarhum. Selain itu merekatkan solidaritas sesama jurnalis dan niscaya meneladani profesionalisme Udin sebagai jurnalis.

“Ziarah ini juga untuk itibar (peringatan dan pelajaran) bahwa wartawan harus menjaga kewaspadaan dan selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas secara profesional,” kata Sukro.

Diakhir acara, Syukro tak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh rekan FPB maupun pihak-pihak yang telah ikut mensupport sehingga seluruh rangkaian kegiatan sejak dari donor darah di Mapolres Bantul, penyaluran bingkisan kepada warga kurang mampu di Boboran, penanaman mangrove di Pantai Baros dan ziarah kubur berlangsung lancar. (Spd/Met)

 


share on: