Yogyapos.com (SLEMAN) – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, kegiatan penanaman jagung bukan hanya simbol, melainkan bagian dari proses menuju kedaulatan pangan.
Penegasan tersebut disampaikan orang nomor satu DIY dalam sambutan kegiatan Penanaman Jagung Secara Serentak Kuartal IV tahun 2025 yang digelar Polda DIY, lahan Sultan Ground, Dusun Pirakbulus, Sidomulyo, Godean, Sleman, Rabu (8/10/2025).
Acara ini dihadiri Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono SIK, Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Dec Jerry Manungkalit SIP, Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo SIK MH dan Bupati Sleman Harda Kiswaya SE MSi
BACA JUGA: Ini Pesan Ustaz Rifky Ja'far Thalib di Penutupan Milad ke-76 SMA Muhi Yogya
“Kegiatan ini merupakan proses kedaulatan, jadi memang sudah semestinya pemerintah membantu. Dengan adanya teknologi pertanian yang semakin maju, hasil panen tentu akan lebih baik dibanding masa lalu dan semestinya juga dapat ditangani dengan lebih baik,” kata Sri Sultan.
Sri Sultan juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah akan terus mendukung perluasan lahan untuk kesejahteraan kelompok tani, sejalan dengan laporan yang disampaikan Kapolda DIY.
“Sesuai laporan dari Kapolda DIY, jika perluasan lahan ini ditujukan bagi kesejahteraan kelompok tani, maka pemerintah akan selalu mendukung. Tidak hanya di Sultan Ground saja, kami juga telah memiliki kontrak dengan para petani seluas 22.000 hektar, yang juga menjadi bagian dari program penanaman jagung ini. Yang penting, harga jualnya yang bersaing sehingga dapat menambah pendapatan para petani,” tandasnya.
BACA JUGA: Hajatan Akbar 'Meneroka Spirit Profetik' Tandai 45 Tahun Teater Eska
Diketahui, lahan penanaman jagung tersebut merupakan lokasi yang rencananya akan dibangun Gedung Mapolda DIY. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mendukung program swasembada pangan.
Rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan dialog interaktif melalui zoom meeting bersama Mabes Polri, Kapolda DIY membackan laporan kepada Wakil Presiden RI, Kapolri, serta Menko Pangan terkait perkembangan pelaksanaan program ketahanan pangan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono || YP-Eko Purwono
Sementara itu, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menjelaskan total luas lahan yang akan ditanami jagung di wilayah DIY mencapai 49,8 hektar, tersebar di beberapa kabupaten seperti Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Adapun lahan di Mapolda baru yang merupakan Sultan Ground dimanfaatkan sementara atas izin Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk kegiatan penanaman jagung oleh kelompok tani setempat, dengan luas sekitar 4 hektare dari total area 7,5 hektare.
BACA JUGA: Hari Bebas Berkendara: More Than Just A Day, Its A Wake Up Call For Yogya's Soul
"Dari total lahan 7,5 hektar yang diberikan Ngarso Dalem untuk pembangunan Mapolda, sementara sampai bulan Januari akan dibangun, kita gunakan yang seluas 4 hektare untuk tanam jagung. Nantinya akan dikelola oleh dua kelompok tani," jelas Anggoro.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan sejumlah bantuan alat dan sarana pertanian, di antaranya 20 sumur bor dan 20 unit pompa air dari Kapolri. Termasuk 100 kilogram bibit jagung hibrida dari Dinas Pertanian DIY, dua unit hand tractor dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, serta 2,4 ton pupuk dari PT Pupuk Indonesia. Selain itu, Slog Polri juga telah menyelesaikan pembangunan gudang jagung berkapasitas 1.000 ton di SPN Selopamioro yang siap dioperasikan untuk mendukung pengelolaan hasil panen di wilayah DIY.
Kapolda DIY turut menyampaikan bahwa capaian ketahanan pangan di DIY dapat terwujud berkat dukungan penuh Pemerintah Daerah, khususnya Gubernur DIY.
Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Dec Jerry Manungkalit SIP (kedua dari kiri) mengikuti dialog || YP-Penrem
“Ketahanan pangan di wilayah Yogyakarta dapat terwujud berkat dukungan penuh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, melalui revitalisasi lahan Sultan Ground pada sektor pertanian yang membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan hasil produksi jagung, khususnya untuk pemenuhan pakan ternak unggas di wilayah Yogyakarta,” ujar Kapolda DIY.
BACA JUGA: MBG di Ujung Krisis: Dari Janji Gizi hingga Korban Keracunan
Pada masa tanam kuartal III sebelumnya, target 6.700 hektar berhasil ditanam hingga mencapai 9.049 hektar, dengan estimasi hasil panen sebanyak 36.196 ton jagung.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat berjalan dengan baik. Kami berharap program penanaman jagung kuartal IV ini dapat kembali mendukung peningkatan produksi dan kemandirian pangan nasional,” imbuhnya.
Terkait serapan hasil panen, sebutnya, sebagian dijual ke Bulog sesuai persyaratan dan standar yang telah ditetapkan. Yang tidak terserap ke Bulog, pasti kita alihkan ke pakan ternak
Di area penanaman jagung juga dibuka sejumlah stan yang menjual produk UMKM, sarana pertanian dan beras murah dari Bulog. (*/Opo/Met)
