Gubernur DIY: Keselamatan Alam Hanya Mungkin Terwujud karena Kebijakan Manusia

share on:
Sultan HB X persiapan mengawali tebar ikan, di Bendung Mergangsan, Jalan Surokarsan, Kota Yogyakarta, Jumat (19/9/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan keselamatan alam hanya mungkin terwujud karena kebijakan manusia. Sebab itu sangatlah penting dan dibutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan hidup, khususnya kebersihan sungai yang menjadi sumber kehidupan.

Pernyataan orang nomor satu DIY ini disampaikannya pada acara Bersih-bersih Sungai dan Tebar Benih Ikan yang diinisiasi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), di Bendung Mergangsan, Jalan Surokarsan, Kota Yogyakarta, Jumat (19/9/2025).

BACA JUGA: DPD RI Sentil PT KAI, dari Mulai beban Utang hingga Mushola Sempit di Kereta

Kegiatan bersih sungai sekaligus menebar benih ikan sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian sumber daya air dihadiri antara lain Danrem 072/Pmk Bambang Sujarwo SH MSos MM, Wagub AAU Marsma TNI Bonang Bayuaji Gautama, Dandim 0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono, Dirreskrimsus Polda DIY AKBP Prof Dr Saprodin, Walikota Yogyakarta Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, Wakil Walikota Wawan Harmawan dan jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Sultan HB X bersama seluruh stakeholder || YP-Ist

“Keselamatan alam hanya mungkin terwujud karena kebijakan manusia. Mau dijaga atau dirusak itu pilihan kita, tetapi tanggung jawabnya melekat pada semua pihak. Kita ingin lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Sultan.

BACA JUGA: LPPM Unwidha Luncurkan Program Desa Layak Bahasa Indonesia di Belangwetan Klaten

Sultan juga mengingatkan bahwa alam akan memberi peringatan ketika tidak diperlakukan dengan baik. “Di pegunungan, jangan sampai lahan berubah menjadi pemukiman, karena bisa dibalas dengan bencana alam. Begitu juga sungai, harus tetap bersih, dan semua ini memerlukan partisipasi aktif masyarakat,” tambahnya.

“Catatan UNESCO setiap lima tahun melakukan evaluasi lingkungan. Harapan saya masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah atau benda yang dapat mencemari aliran sungai. Sungai adalah urat nadi kehidupan kota,” tandas Sultan.

Ia mencontohkan pengelolaan lereng Merapi yang kini lebih ramah lingkungan. “Warga sudah tidak lagi mengambil pasir sembarangan, melainkan menanam kopi. Sudah lebih dari 150 ribu batang tumbuh dan hasilnya mulai terasa. Dengan begitu masyarakat tetap mendapat penghidupan tanpa merusak alam,” ungkapnya.

BACA JUGA: Dokter Gadungan Diduga Nipu Pasien Ratusan Juta Rupiah dan Gelapkan Sertipikat

Sementara itu, Kepala BBWSO Maryadi Utama menambahkan bahwa kegiatan dengan slogan “Kalinya Resik, Rezekinya Apik” ini merupakan bagian dari program pelestarian sumber daya air, sekaligus mengajak masyarakat membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan sungai.

Dengan semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, aksi bersih sungai dan tebar benih ikan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan perkotaan, khususnya sungai sebagai sumber kehidupan bersama.  (*/Met)


share on: