Yogyapos.com (KLATEN) - Kehadiran kampus di tengah masyarakat memang seharusnya dirasakan nyata manfaatnya dan bukan hanya slogan sebagai agen perubahan. PKM ini merupakan wujud nyata dari "Kampus Berdampak" dan "Diktisaintek Berdampak" serta "Mahasiswa Berdampak" dimana lokasi PKM di Desa Belangwetan Klaten Utata hanya 0,5 km dari kampus Universitas Widya Dharma (Unwidha).
BACA JUGA: Sidang Penganiayaan, Advokat Hapsari Budi Pangastuti Kecewa Ketidakhadiran Korban
Demikian disampaikan Ketua Pelaksana PKM Desa Layak Bahasa Indonesia Belangwetan Klaten, Prof Dr Dra Esti Ismawati MPd, Kamis (18/9/2025). PKM Pengembangan Desa Layak Bahasa Indonesia Belangwetan Klaten Utara Klaten Jawa Tengah berbasis project, dengan skema pemberdayaanasyarakat oleh BEM Tahun Anggaran 2025.
Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementrian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Diktisaintek) Tahun Pelaksanaan 2025
BACA JUGA: Dokter Gadungan Diduga Nipu Pasien Ratusan Juta Rupiah dan Gelapkan Sertipikat
Peluncuran Program Desa Layak Bahasa Indonesia di Desa Belangwetan, Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah dilakukan oleh Kepala LPPM Univ Widya Dharma Klaten Dr R Warsito MPd didampingi Kepala Desa Belangwetan Drs H Hartono.
Prof Esti Ismawati || YP-Wahjudi Djaja
Acara peluncuran (launching) ditandai dengan workshop dengan menghadirkan lima narasumber, yakni Prof Dr Dra Esti Ismawati MPd (Dosen Pendidikan Bahasa, Pascasarjana Unwidha Klaten selaku keynote speaker), Sigit Adhi Pratama SE MM (Kepala Pusat HKI dan Paten Unwidha), Sarwono Nursito SE MSc (Dosen Fakultas Ekonomi Unwidha), Fajar Budi Hartono ST MEng (Dosen Fasilkom Unwidha) dan Titik Purwanti SE Ak MSi (Dosen Fakultas Ekonomi Unwidha).
BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Teken Mou dengan Dua Sekolah Malaysia
"Desa layak bahasa Indonesia adalah desa yang mengintegrasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik, benar, santun, dan inklusif di ruang publik, administrasi, pendidikan, serta budaya lokal. Prinsip dasarnya adalah literasi, inklusivitas, kearifan lokal, keberlanjutan", papar Prof Esti Ismawati.
Indikator Desa Layak Bahasa Indonesia adalah administrasi desa (dokumen resmi menggunakan bahasa Indonesia baku), Ruang publik (papan nama, papan informasi, papan pintar Bahasa menggunakan bahasa Indonesia baku), Pendidikan dan Literasi (ada kegiatan literasi berbasis masyarakat seperti taman baca dan pelatihan), Seni dan Budaya (ada pelestarian bahasa Jawa berdampingan dengan bahasa Indonesia), Teknologi dan Inovasi (misalnya ada KEIB atau Kamus Elektronik Interaktif Belangwetan dan PPB atau Papan Pintar Bahasa).
BACA JUGA: Throwback To 90'S: Generasi Nano Nano, Manis, Asam, Asin Zaman Slow
Desa Belangwetan sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai Desa Layak Bahasa Indonesia. Desa ini memiliki potensi kearifan lokal dan SDM yang andal dan banyaknya UMKM yang produktif berkembang. Dengan bahasa Indonesia diharapkan dapat mengangkat kearifan lokal menjadi nasional artinya bisa dicontoh dan dikembangkan oleh desa lain.
BACA JUGA: Danrem Ajak Mahasiswa Baru UTY Tangguh-Cerdas Hadapi Tantangan Bangsa
Selain Ketua PKM Prof Dr Dra Esti Ismawati MPd, hadir juga anggota Sigit Adhi Pratama SE MM dan Sarwono Nursito SE MSc. Workshop ini diikuti 75 peserta terdiri atas Mitra Sasaran 1 Kelompok Wiraswasta, Mitra Sasaran II Kelompok PKK, Kelompok Perangkat Desa, dan BEM Universitas Widya Dharma Klaten. (Iud)
