Yogyapos.com (YOGYA) - Pemerintah Kota Yogyakarta mengklaim telah empat bulan tidak lagi mengirim sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Keberhasilan itu ditopang penguatan pengelolaan sampah dari hulu, termasuk melalui Gerakan Keluarga Mas Jos yang mampu mengurangi sekitar 50 ton sampah setiap hari.
BACA JUGA: Perayaan 10 Tahun Kolaborasi Budaya DIY dan Melbourne Symphony Orchestra Dihadiri Menkeu
Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menyebut produksi sampah Kota Yogyakarta berkisar 300 ton per hari. Bahkan dapat meningkat hingga 400 ton saat musim liburan atau hari besar.
Namun, seluruh timbulan sampah kini telah mampu ditangani secara mandiri oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.
"Empat bulan terakhir ini kita sudah tidak membuang sampah ke TPA. Seluruh sampah dapat kita kelola sendiri melalui penguatan pengelolaan dari hulu maupun hilir," ungkap Rijwan, Jumat (17/7/2026).
BACA JUGA: Kakek 75 Tahun Meninggal Usai Olahraga di Alun-alun Kidul, Diduga Serangan Jantug
Dia menjelaskan, penguatan dari hulu dilakukan melalui berbagai program. Seperti Ember Organik, Biopori Jumbo, hingga Gerakan Keluarga Mas Jos.
"Program tersebut mampu mengurangi sekitar 50 ton sampah per hari sejak dari sumbernya, sedangkan sisanya diolah melalui unit-unit pengolahan sampah milik pemerintah kota," ujarnya.
BACA JUGA: KKP UAJY Ajak Siswa Pangudiluhur Sedayu Merancang Masa Depan Sejak Dini
Menurutnya, Gerakan Keluarga Mas Jos juga terus berkembang menjadi budaya baru di masyarakat. Hingga saat ini tercatat 40.742 keluarga telah menjadi bagian dari program tersebut, meningkat dibandingkan akhir tahun 2025 yang mencapai sekitar 35 ribu keluarga.
"Pendekatan yang kami lakukan lebih mengedepankan edukasi dan perubahan budaya. Harapannya semakin banyak masyarakat yang memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah sehingga beban pengolahan di hilir semakin berkurang," pungkasnya. (Jhw)
