Pemkot Yogya Peroleh Tambahan 80 Bakalista dari Kemenkeu

share on:
Unit bekalista bantuan dari program PIP Kemenkeu || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Pemerintah Kota Yogya mendapat bantuan 80 unit becak kayuh listrik wisata (bekalista) dari Kementerian Keuangan RI melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Armada ramah lingkungan tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi wisata seiring penataan kawasan Malioboro yang semakin berorientasi pada pedestrian.

BACA JUGA: LPBI NU Sleman dan MIS Al Islam Tempel Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Dini

Tak hanya kendaraan, program ini juga dilengkapi ekosistem pendukung berupa 12 stasiun pengisian daya, bengkel induk di SMK Negeri 3 Yogyakarta, satu unit bengkel bergerak (mobile service), serta delapan baterai cadangan. Pemerintah Kota Yogyakarta menilai dukungan tersebut menjadi modal penting agar operasional becak listrik dapat berjalan berkelanjutan.

BACA JUGA: Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono Luncurkan Lagu Inspiratif 'Teruslah Melangkah'

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan keberadaan ekosistem pendukung menjadi keunggulan program Bekalista karena tidak hanya menyerahkan kendaraan, tetapi juga menjamin layanan purna jual dan perawatan.

"Ini dibikin oleh SMK. Sehingga kalau nanti ada kerusakan, service, after sales servicenya itu gampang karena ada SMK ini dibangun ekosistemnya. Kalau biasanya kan kita dikasih becak tapi ekosistemnya tidak dibangun. Ini ada charger di 12 titik kemudian mobile services," kata Hasto dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Menurut Hasto, tambahan 80 unit tersebut membuat jumlah becak listrik di Kota Yogyakarta kini mendekati 320 unit. Transformasi akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan penyediaan armada, termasuk melalui dukungan APBD.

"Ya sangat mendukung (pedestrian Malioboro). Ini kan nirpolusi jadi memenuhi syarat," ujarnya.

Sebelumnya, bantuan Bekalista secara simbolis diserahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada perwakilan pengemudi becak di Sasana Hinggil Keraton Yogyakarta, Kamis (16/7). Pada kesempatan yang sama juga diserahkan sarana dan prasarana pendukung operasional becak listrik kepada Pemerintah Kota Yogyakarta.

Purbaya mengatakan program Bekalista merupakan bentuk pemberdayaan berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan pendapatan pengemudi becak sekaligus mengurangi beban fisik, terutama bagi pengayuh berusia lanjut.

"Jadi, ini bukan cerita tentang mengganti becak lama dengan sesuatu yang baru. Tetapi menjadi menjaga ikon yang lama dengan memberi energi baru," ujarnya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai Bekalista mempertemukan tiga kepentingan penting, yakni menjaga identitas budaya, memuliakan pelaku transportasi tradisional, dan membangun mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

"Transformasi tidak cukup dilakukan dengan mengganti tenaga penggerak. Transformasi membutuhkan sistem pemeliharaan, peningkatan kapasitas pengemudi, kepastian bersama dalam layanan keselamatan dan kenyamanan," kata Sultan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Becak Motor Yogyakarta Parmin menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, becak listrik diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para pengemudi sekaligus mendukung transportasi wisata yang lebih ramah lingkungan di kawasan Malioboro.

"Kami sangat senang teman-teman mendapat bantuan becak listrik dari pemerintah. Karena untuk meningkatkan ekonomi dan bisa mengais rezeki dengan ramah lingkungan," tandasnya. (Jhw)


share on: