DPUPKP Sleman Alokasikan Rp 106, 67 Miliar untuk Pemeliharaan Jalan

share on:
Kabid Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma'ruf ST ketika memberikan keterangan kepada media || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabuaten Sleman melaui Dinas Pekejaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman berkomitmen akan terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan pada 2025-2026. 

BACA JUGA: Pengeroyokan di Sutopadan, Tim Hukum: Terdakwa Tak Mutlak Penyebab Kematian Korban

"Sleman saat ini memiliki 312 ruas ja lan kabupaten dengan total panjang 699,50 Kilometer dan mengalokasikan anggaran Rp 167,67 miliar untuk peningkatan dan pemeliharaan jalan serta jembatan," kata Kabid Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma'ruf ST kepada media Selasa (9/12/2025).

BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Raih Dua Prestasi, Drs H Herynugroho MPd Kepala Sekolah Transformatif

Lebih lanjut ungkapnya, pemeliharaan jalan dilakukan rutin dilakukan secara berkala swakelola melalui pembagian wilayah Sleman Timur, Sleman Barat dan Sleman Tengah dengan melibatkan total 143 tenaga yang ada dilapangan.

BACA JUGA: Bangkai Hiu 1 Ton Ditemukan di Pantai Pasir Puncu Purworejo

Berdasarkan survei, tahun 2024, kondisi jalan mantap baru mencapai 76,86 persen, sementara 23,14 persen sisanya masih dalam kondisi belum mantap, meliputi rusak ringan dan rusak berat. Setiap wilayah mengoperasikan tim pemelihraan jalan, bangunan pelengkap,jembatan ser ta gorong gorong.

BACA JUGA: Menkop Launching KMP Tukang Kayu, Banyuwangi Jadi Model Penguatan Ekonomi Kalurahan

“Kami bekerja agar kondisi mantap bisa naik hingga 80,83 persen dalam bebrapa tahun ke depan. Peningkatan kualitas jalan ini sangat penting untuk mendu kung mobilitas masyarakat Sleman,” ujar. Fauzan.

BACA JUGA: Kemenag RI Raih Dua Penghargaan dari KPK di Hari Anti Korupsi Sedunia

Dikatakan juga oleh Fauzan, kinerja pemeliharaan didukung dua unit Asphalt Mixing Plant (AMP) dengan kapasitas produksi 25 - 27 ton dan 40 - 45 ton campuran aspal panas per hari, yang digunakan untuk pekerjaan preventif dan overlay di titik yang diperlukan.

BACA JUGA: FFPJ Peroleh Anugerah Kebudayaan DIY 2025, Tomy Bertekad Terus Berproses

Meski begitu juga ada tantangan terkait dengan tonase serta keterbatasan anggaran untuk mengejar target.Terutama kerusakan akibat angkutan material yang melebihi tonase, termasuk kendaraan proyek pembangunan jalan tol.

BACA JUGA: BPS dan PWI Sleman Teken MoU Bangun Statistik Literasi Sukseskan SE 2026

"Jalan kabupaten tidak dirancang untuk lalu lintas berat. Karena itu, kami terus berkoordinasi dan mencari solusi agar penanganan kerusakan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” jelas Fauzan.

BACA JUGA: Kemelut PBNU, Kyai-Nyai Muda Turun Tangan Usulkan Musyawarah

Dalam kesempatan tersebut Kabid Bina Marga ini juga menyampaikan, pada 2026, DPUPKP telah menyiapkan rencana lanjutan, termasuk pembangunan jalan, penggantian jembatan, serta penguatan sistem pemeliharaan rutin. Tahun tersebut juga meliputi kegiatan perencanaan teknis, survei kondisi jalan-jembatan, serta pengelolaan leger jalan.

BACA JUGA: Sultan Apresiasi KPK, Pemda DIY Terus Perkuat Pencegahan Korupsi

"Upaya perbaikan infrastruktur jalan ini akan terus digencarkan demi memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan," pungkasnya. (Agn)

 

 


share on: