Yogyapos.com (BANTUL) - Desa Wukirsari Kapanewon Imogiri Kabupen Bantul mendapatkan penghargaan sebagai Kawasan Karya Cipta atau Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual Tahun 2025 oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi MAnusia (Kemenkumham) RI.
Pemberian penghargaan ini dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenhum DIY Agung Rektono kepada Bupati Bantul H.Abdul Halim Muslih di Kantor Kerja Bupati, dalam acara bersambang ke Bantul, Kamis (12/6/2025).
BACA JUGA: SP3 Sudah Benar, Hakim Tolak Praperadilan terhadap Kapolresta Sleman
"Kami menghaturkan terimakasih kepada Kantor Wilayah Kemenhum DIY yang telah memberikan penghargaan ini. Penganugrahan ini berkat kerja nyata oleh masyarakat Wukirsari dalam berkarya nyata", kata Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, usai serah terima penghargaan ini.
Warga Wukir sari sejak ratusan tahun silam dan hingga kini melestarikan dan mengembangkan berbagai peninggalan budaya tak benda yang ada.
BACA JUGA: Catat Tanggalnya! IHR Cup 2025 akan Diikuti 131 Kuda, Hadiah Rp 400 Juta
"Diantaranya di desa ink terdapat sentra kerajinan atau seni tanah sungging kulit (wayang) di Dusun Pucung. Batik tulis di Dusun Giriloyo dan jenis lainya di sejumlah dusun.
Selain itu di bidang seni budaya diantara ada kesenian khas dan langka dua diantaranya sholawat rodat dan montro yang memang merupakan penijggalan para nenek moyang dan hingga ini masih lestari.
BACA JUGA: Dari Konferensi Buruh ILO Jenewa, Formalisasi Pekerja Informal Harus Dikawal
"Pengaharamgaan seperti ini kami harapkan dapat berfungsi sebagai pemacu semangat warga Wukirsari dalam berkarya dalam bingkai pelestaian dan pengembangan potensi yang dimilikinya. Selain itu diharapkan dapat ditiru oleh desa lainya di Bantul. Di DIY ada dua Kawasan Karya Cipta yaitu Kraton Kasultanan Yogyakarta dan Desa Wukirsari", tambah Halim.
BACA JUGA: Pelaku Ditangkap Tapi Kalung dan Cincin Curian Sudah Dilego
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhum DIY, Agung Rektono Seto, pemberian penghargaan ini, pihaknya sudah melalui berbagai pengamatan dan penelitian secara profesional yang obyeknya Wukirsari.
"Akhirnya Kemenkumham memutuskan Wukirsari memang layak memperoleh penghargaan ini. Semoga bermanfaat,” katanya.
BACA JUGA: Pencabutan IUP Empat Perusahaan di Raja Ampat Sangat Tepat
Sedangkan Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, menyampaikan, jumlah pembatik di Wukirsari (Giriloyo) ada sekitar 640 orang. Perajin tatah sungging di Pucung juga ratusan dan hingga kini masih eksis bahkan semakin berkembang.
"Bahkan Wukirsari juga telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Dunia,” ungkapnya.
Penghargaan diharapkan menjadikan Wukirsari yang wilayahnya terdapat Makam Raja Raja Mataram semakin maju. (Spd)
