Dari Konferensi Buruh ILO Jenewa, Formalisasi Pekerja Informal Harus Dikawal

share on:
Beberapa diantara delegasi Indonesia di Konferensi Buruh Internasional di Jenewa || YP-Ist

Yogyapos.com (JENEWA) - Sidang International Labour Organization (ILO) 2025, salah satu topik yang dibahas adalah mengawal proses transisi pekerja informal menjadi formal. Seperti diketahui, di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya yaitu meningkatnya pekerja formal. Saat ini tercatat sekitar 60% Pekerja Indonesia adalah pekerja Informal. 

Menurut Dartha Pakpahan salah seorang Delegasi Buruh Indonesia yang terus mengawal Komite yang membahas formalisasi pekerja Informal ini mengatakan bahwa khususnya saat pandemi, terjadi hambatan dalam formalisasi pekerja.

BACA JUGA: Esta Tiariza Widi Juara 1 Lomba Cover Bahasa Isyarat UIN Sunan Kalijaga

“Hal serupa terjadi di Indonesia saat pandemi karena banyak yang di PHK dan akhirnya beralih menjadi pekerja informal,” tegas Dartha 

Salah satu hal penting kesimpulan yang dibahas dalam Komite ini adalah agar terus didorong Dialog Sosial yang berkelanjutan di tiap negara anggota, mengingat tiap negara memiliki kekhasannya masing-masing.

BACA JUGA: Hakim Tolak Intervenient Gugatan Ijazah Jokowi di PN Sleman

Menurut Dartha yang juga Ketua Umum K-SBSI, ada beberapa hal yang telah disepakati, yang cukup memihak kepada buruh. Yang pertama adalah panduan mengenai pentingnya peran Dialog Sosial di antara pemangku kepentingan untuk peralihan ekonomi informal menjadi formal. 

“Selain itu, panduan tentang perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja termasuk yang ada dalam ekonomi informal juga telah disepakati,” ungkapnya.

Anggota Komite lainnya Sunarno mengatakan bahwa Komite ini memberikan posisi penting bagi pekerja agar bisa memberi masukan kepada pemerintah sebagai pembuat kebijakan. 

BACA JUGA: Pelaku Ditangkap Tapi Kalung dan Cincin Curian Sudah Dilego

“Kita berharap di Indonesia serikat buruh/serikat pekerja selalu diikutsertakan dalam pembuatan kebijakan mengenai peralihan ekonomi informal menjadi formal, serta pencegahan peralihan ekonomi formal menjadi informal,” pungkas Sunarno.

Selain Dartha Pakpahan dan Sunarno, Delegasi Buruh Indonesia yang ikut dalam Komite ini diantaranya Yayan Sopian, Sunarti, Andreas Hua, Rizkal Arief dan Agung Prastowo. (*/Tha)

 


share on: