Danrem Dampingi Wamentan dan Wamendag ke Bantul, Ini yang Tujuannya

share on:
Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo SH MSos MM mendampingi Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono BENG MM MBA, serta Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri BA MSc dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Bantul, Jumat (21/3/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo SH MSos MM mendampingi Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono BENG MM MBA, serta Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri BA MSc dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Bantul, Jumat (21/3/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung Operasi Pasar Pangan Murah serta Gerakan Panen Padi dan Serap Gabah, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.

BACA JUGA: Misteri Penemuan Kerangka Gadis Terungkap, Ia Korban Pembunuhan Pacar

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke PT Pos Indonesia Cabang Bantul, di mana rombongan meninjau langsung pelaksanaan operasi pasar. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perdagangan RI menekankan pentingnya operasi pasar dalam menekan harga kebutuhan pokok, terutama selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan daging dijual dengan harga lebih terjangkau guna menjaga daya beli masyarakat. 

BACA JUGA: Lebaran, Pemudik Dapat Melewati Tol Solo-Jogja Ruas Prambanan-Purwomartani

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI menegaskan bahwa pemerintah telah menginstruksikan agar sembako tersedia dengan stok yang cukup, baik di pasar tradisional maupun modern. 

Operasi pasar ini merupakan hasil kerja sama lintas kementerian dengan PT Pos Indonesia, yang kini telah mengoptimalkan 4.800 cabang sebagai pusat distribusi sembako murah.

BACA JUGA: Memperbaiki Lampu, Seorang Kakek Meninggal di Atap Galvalum

Setelah meninjau operasi pasar, rombongan melanjutkan kunjungan ke Bulak Kedon, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, untuk melaksanakan Gerakan Panen Padi dan Serap Gabah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bantul, H Aris Suharyanta SSos MM menegaskan Kabupaten Bantul memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan DIY dengan luas sawah mencapai 13.991 hektar dan target produksi 34.546 hektar pada tahun 2025. Pemerintah daerah juga telah menerapkan kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk lahan pertanian produktif, guna mencegah alih fungsi lahan.

BACA JUGA: RSA UGM Resmi Bersertifikat Standar WHO untuk Pelayanan Vaksinasi

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI menekankan bahwa pemerintah akan terus mendukung sektor pertanian melalui perbaikan irigasi, distribusi pupuk yang lebih efisien, serta kebijakan harga gabah yang menguntungkan petani. Ia juga mengajak petani untuk meningkatkan produktivitas dengan menerapkan pola tanam cepat, sehingga panen dapat dilakukan hingga tiga kali dalam setahun.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan petani, pemerintah melalui Perum Bulog telah memastikan bahwa gabah akan diserap dengan harga minimal Rp 6.500 per kilogram, sehingga petani tidak mengalami kerugian.

BACA JUGA: Pertama Kali, Harda Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Progo

Wakil Menteri Pertanian RI juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk melindungi petani, salah satunya dengan menjadikan Bulog sebagai pembeli langsung gabah petani, bukan dari tengkulak.

Diharapkan, upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan di Indonesia. (*/Red)


share on: