RSA UGM Resmi Bersertifikat Standar WHO untuk Pelayanan Vaksinasi

share on:
Kepala BKK Yogyakarta dr Wisnu Tiranggono MPH saat menyerahkan sertifikat kepada Direktur Utama RS UGM dr Sarwito || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM Yogyakarta kini resmi menjadi salah satu dari 28 rumah sakit berstandar WHO ( World Health Organization) untuk pelayanan vaksinasi bagi pelaku perjalanan internasional termasuk jemaah haji, setelah disertifikasi oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Yogyakarta.

Penyerahan sertifikat dilakukan di Ruang Direktur RSA UGM lantai Lima oleh Kepala BKK Yogyakarta, dr Wisnu Tiranggono MPH kepada Direktur Utama RSA UGM, dr Darwito, Kamis (20/3/2025).                                       

BACA JUGA: Cetar di Masjid Syuhada Usung Ekonomi Umat dalam Bayang-bayang Oligarki

Seusai penyerahan sertifikat, dr Wisnu menyampaikan perluasan layanan vaksinasi internasional ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sebelum bepergian ke luar negeri.  

BACA JUGA: Danrem Dampingi Wamentan dan Wamendag ke Bantul, Ini yang Tujuannya

Lanjut Wisnu, dalam hal berproses bersama RSA UGM untuk memastikan seluruh persyaratan sesuai standar WHO terpenuhi. Nantinya dokumen yang diterbitkan RSA UGM berlaku di 165 negara, sehingga diharapkan dapat mempermudah jamaah haji dan pelaku perjalanan lainya dalam memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan negara tujuan.                   

BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Torehkan Prestasi, 50 Siswanya Lolos SNBP 2025

“Hari ini kami menyerahkan sertifikat sebagai bukti bahwa RSA UGM telah memenuhi ketentuan sebagai pelaksana vaksinasi internasional,” ujar dr Wisnu. 

Ia menambahkan, saat ini Arab Saudi mewajibkan vaksinasi meningitis dan poliomyelitis bagi calon jamaah haji. Untuk jamaah haji reguler, vaksinasi diberikan melalui dinas kesehatan maupun puskesmas. Sedangkan jamaah haji khusus dapat melakukan vaksinasi secara mandiri difasilitas kesehatan sudah mendapatkan izin, termasuk RSA UGM.  

BACA JUGA: Pertama Kali, Harda Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Progo

“Kami tidak hanya melayani vaksinasi internasional, tetapi juga memeriksa kesehatan bagi calon haji, termasuk pemeriksaan jantung dan paru-paru dengan metode CPT,” ungkap Dr dr Darwito SH SpB (K) Onk, direktur u tama RSA UGM.                           

Ia juga menyampaikan menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada RSA UGM dan menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.  

Sekarang di seluruh DIY yang melayani vaksinasi internasional sudah ada 27 klinik, salah satunya RSA UGM sebagai rumah sakit ke-28. (Agn)

 

 


share on: