Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota DPRD DIY Dr H Aslam Ridlo melakukan sosialisasi proyek program padat karya tahun 2023, di Pendapa Sanggar Budaya Sompok, Sriharjo Kapanewon Imogiri Bantul, Rabu (21/2/2023).
Sosialisasi didampingi Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi (PTKPKT) Dinas Tenaga Kerja (Disnakertran) Kabupaten Bantul, Rumiyati SH MHum.
“Saya kali ini berkolaborasi dengan Disnakertran Bantul mensosialisasikan padat karya. Padat karya aspirasi saya yaitu asalnya dari Bantuan Keuangan Kesejahteraan (BKK) DIY untuk Bantul ada beberapa titik,” kata Aslam Ridlo di hadapan sekitar 100 warga Sompok.
Dana pelaksanan berasal dari BKK DIY dan APBD Bantul, sehingga sosialisasi dapat dilakukan secara bersama Disnakertran
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pseb-ukdw-berpartisipasi-dalam-soft-launching-aplikasi-qylo-9772
“Saya khusnodhon bahwa masyarakat sudah paham dan menyambut positif padat karya. Hasil padat karya dapat bermanfaat terhadap kemajuan masyarakat dan wilayah setempat,” sambung Aslam.
Kabid PTKPKT Disnakertran Bantul, Rumiyati SH MHum mengatakan padat karya di Bantul 2023 pembukaan pengerjaannya akan dilakukan secara serentak pada 20 Maret 2023. Rencananya akan dilaunching oleh Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih atau Wabub Joko Purnomo. Padat karya di Sompok Sriharjo dan Seloharjo Imogiri setidaknya ada tiga titik.
Waktu pengerjaannya selama 20 hingga 21 hari bertepatan dengan bulan Ramadan, maka jam untuk pengerjaannya diharapkan enam jam per hari dan tidak pada malam hari. Bentuk fisik pembangunannya ada yang bangket dan corblok.
“Sosialisasi dilakukan oleh 12 tim dan setiap timnya dua kali sosialisasi di dua tempat secara acak di seluruh Wilayah Bantul yang telah ditentukan dan dijadwalkan,” tambah Rumiyati.
Dikatakan dalam sosialisasi ini, yang disampaikan kepada masyarakat diantaranya jumlah paket, nilainya, waktu pelaksanaan dan jenis pembangunan fisik, asuransi kesehatan BPJS bagi para tenaga kerjanya. Selain itu tentang ketentuan lain mencakup konsultasi pengadaan lokasi, ketentuan pengadaan material, ukuran dan komposisi campuran bahan material.
“Padat karya 2023 ada dua jenis yaitu yang menggunakan BKK DIY dan APBD Kabupaten Bantul. Yang menggunakan APBD Bantul jumlahnya ada 85 titik. Setiap titiknya senilai Rp 100 juta. Sedangkan yang menggunakan anggaran dari DIY sebanyak 116 titik, setiap titiknya Rp 200 juta.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-deklarasi-gempur-rokok-ilegal-menggelegar-di-sleman-9770
“Waktu pengerjaan padat karya selama 21 hari, dimulai 17 Maret 2023. Pengadaan bahan material dilakukan sekitar dua minggu sebelumnya. Setiap paketnya dikerjakan oleh sekitar 20 orang,” katanya.
Adapun cara mengurus pendaftaran untuk mendapatkan BPJS akan dipermudah secara kolektif oleh Disnakertran.
Semetara itu, Panewu Anom Imogiri Murniyati Wismandari, Lurah Sriharjo Titik Istiyawatun dan Lurah Selopamioro Sugeng berserta sejumlah warga menyatakan, pihaknya menyambut positif adanya padat karya, karena dapat untuk mendukung parawisata dan perekonomian masyarakat.
“Hal itu juga memberikan lapangan kerja bagi warga,” kata Titik Istiyawatun. (Spd)
