Yogyapos.com (SLEMAN) - Di luar konpetensi yang diajarkan di sekolah, penting bagi siswa untuk menguasai bahasa dan sastra agar memiliki nilai tambah. Ekstra kurikuler yang ada bisa dijadikan wadah dan media untuk pengembangan diri agar nantinya bisa menjadi siswa yang berkarakter.
Demikian disampaikan Wakil Kepala SMK Negeri 2 Depok Sleman Agus Sugiharto SPd MEng saat membuka talk show "Be Bold, Be Bright, OBSEVA Feels Right!”. Acara diselenggarakan oleh Seksi Bidang Berbahasa Penerapan Pengetahuan dan Kesastraan (BP2K) OSIS SMK Negeri 2 Depok. Hadir para guru, pembina dan pengurus OSIS SMK Negeri 2 Depok.
BACA JUGA: Lailani Fitrah Ramadhani Bangkit dari Kehilangan, Siap di Film 'Sekawan Limo 2'
Keahlian dan kompetensi yang dimiliki, lanjut Agus, bisa dikapitalisasi melalui media yang ada. "Forum seperti ini bisa dimaksimalkan agar para siswa memiliki peluang baru. Asah terus keterampilan Anda berbahasa dan bersastra, gunakan media yang ada maka kesuksesan menanti Anda,” pesannya.
Penulis dan jurnalis yogyapos.com, Wahjudi Djaja SS MPs yang menjadi narasumber tunggal memaparkan pentingnya anak-anak muda belajar dan menguasai bahasa.
Penampilan salah satu materi eskul || YP-Ist
"Kalian boleh membuat beragam inovasi sesuai rumpun keahlian, tetapi selama tidak dinarasikan dan dikomunikasikan, maka dampaknya keluar kurang terasa. Di situlah pentingnya kita belajar story telling. Gunakan waktu dan media untuk melakukan personal branding,” tandas dosen STIEPAR API Yogyakarta ini.
BACA JUGA: Nadya Syafira Juara 1 HM Barie Irsyad Championship, Andalkan Tendangan Harimau
Lebih jauh disampaikan Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama) ini, SMK Negeri 2 Depok yang dulu dikenal dengan STM Pembangunan ini mempunyai narasi sejarah yang kuat.
"Selain karena alumninya bertebaran di penjuru Nusantara dengan beragam karya, sekolah ini didirikan 29 Juni 1972. Ingat, tanggal itu dipilih Presiden Suharto karena terjadi peristiwa Yogya Kembali saat Belanda hengkang dari Yogyakarta pada 29 Juni 1949. Jadikan momentum ini sebagai motivasi meraih kesuksesan", ungkapnya sambil menantang untuk menyusun buku bersama.
Sebelumnya Ketua Panitia Obseva, Gema Sabda Baskara, dalam laporannya menyampaikan kegiatan diikuti seratusan peserta. "Kita perlu evaluasi, pelatihan keterampilan, serta ide baru untuk pengembangan program.
Perkembangan teknologi digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi dunia literasi, terutama dalam menulis. Generasi muda kini dapat lebih mudah berkarya, namun juga menghadapi isu seperti plagiarisme dan rendahnya kesadaran literasi", jelasnya.
BACA JUGA: LPPM Unwidha Luncurkan Program Desa Layak Bahasa Indonesia di Belangwetan Klaten
Sedangkan Pembina BP2K Kurnia Indah Diniati SPd menanggapi positif keberanian pengurus dan panitia dalam menggelar kegiatan Obseva.
"Kita berharap setelah kegiatan ini para siswa lebih termotivasi untuk berkarya. Banyak ilmu, inspirasi dan ide yang disampaikan narasumber, semoga bisa mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi para siswa,” pungkasnya.
Kegiatan dimeriahkan dengan berbagai fun games sebagai sarana pelatihan soft skill dan hard skill bagi para partisipan, dan exhibition seksi bidang Berbahasa Penerapan Pengetahuan dan Kesastraan. (Iud)
