Yogyapos.com (YOGYA) – Kalem, irit bicara dan agak pemalu. Itulah sekilas kesan yang nampak pada diri Nadya Syafira. Tapi dibalik penampilannya yang bersahaja itu, ia ternyata remaja potensial di bidang olah raga pencak silat yang telah membawa nama harum sekolahnya, SMK 1 Muhammadiyah Sleman.
Nadya, sapaan akrabnya, tak sekadar berlatih pencak silat, tetapi juga mengikuti sejumlah kejuaraan hingga meraih prestasi juara. Salah satunya terbaru Adalah Juara 1 Tapak Suci HM Barie Irsyad Championship 3 yang diikuti ratusan peserta, di GOR Pangukan Sleman, pada 13-14 September 2025. Atas prestasinya, ia memeroleh medali emas dan apresiasi dari Kepala Sekolah.
Piagam dan medali juara 1 || YP-Ist
Asal tahu, HM Barie Irsyad Championship merupakan event yang digelar pada setiap pergantian Ketua Tapak Suci. Event ini dihelat dalam dua kategori, seni dan bebas (fighter). Dan Nadya memilih mengikuti kejuaraan kategori fighter.
BACA JUGA: Gubernur DIY: Keselamatan Alam Hanya Mungkin Terwujud karena Kebijakan Manusia
“Saya lebih suka fighter, karena bisa mempraktikkan jurus dan menguji kemampuan menghadapi lawan body contact,” ujar sisiwi kelas XII jurusan Teknik Mesin Motor SMK 1 Muhammadiyah Sleman kepada yogyapos.com, Kamis (18/9/2025) petang.
Nadia mengaku keberhasilan menjadi juara tersebut tak lepas dari kegigigihan berlatih, termasuk berkat bimbingan pelatihnya di sekolah, serta tentu saja Allah SWT. Adapun serangan andalannya yakni tendangan harimau. “Pak Nanda yang melatih, dan mendapat dukungan ortu juga,” sela remaja kelahiran 19 September 2007 ini.
Nadia Syarifa || YP-Ist
Baginya, sukses di event HM Barie Irsyad 2025 itu bukanlah puncak prestasi, melainkan suatu proses yang masih dini. Sehingga berlatih dan berlatih adalah suatu keharusan demi meraih prestasi berikutnya yang lebih tinggi. Selain berlatih mengenai jurus-jurus yang diajarkan pelatih, ia juga rajin olah raga lari dan sparing.
BACA JUGA: Lailani Fitrah Ramadhani Bangkit dari Kehilangan, Siap di Film 'Sekawan Limo 2'
“Olah raga lari ini bukan untuk tujuan sebagai pelari. Tetapi untuk melatih stamina dan napas. Porsi Latihan lari biasanya lebih sering dilakukan menjelang mengikuti kejuaraan,” jelasnya, datar.

Nadya yang gemar pencak silat sejak SMP ini sudah menatap ke depan mengikuti kejuaraan, terdekat yakni event yang digelas IPSI, pada Oktober mendatang.
Meski giat pencak silat, Nadya berupaya keras untuk tekun belajar dan tak meninggalkan tugas-tugas sekolah. Sehingga kelak dapat lulus, kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi. “Saya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, ambil jurusan Teknik Mesin,” pungkasnya. (Met)
