Yogyapos.com (YOGYA) - Sebanyak 40 siswa kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta bersama 4 guru pendamping melakukan kunjungan ke Thailand - Singapura – Malaysia, Kamis (1/5/2025).
Kunjungan internasional bertajuk '#2nd International Learning, Collaboration, and Competition Program (ILCCP #2)' akan berakhir pada 11 Mei 2025. Rombongan bertolak Bandara Internasional Juanda. Selanjutnya pada Kamis (1/5) pukul 08.00 WIB terbang menuju Svarnabhum international Airport, Bangkok.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Salurkan 641 Sembako untuk Petugas Kemanan dan Kebersihan
Selama 2 hari di Thailand rombongan akan mengunjungi Mahidol University dan Tamasat University. Selain itu rombongan juga akan berwisata ke Chao Phraya River dan Wat Arun. Pada 5 Mei 2025, mereka akan ke Singapura dengan mengunjungi Explore Merlion, Garden by the Bay, Jewel Changi, Orchard Road, Bugis Market, Sentosa Island, dan Wings of Time.
BACA JUGA: TK dan SD Model di Sleman Terima Bus Hibah dari Kementerian Perhubungan
Selama 5 hari di Malaysia rombongan melaksanakan berbagai macam kegiatan di berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah di Malaysia diantaranya International Islamic University Malaysia, Kolej Islam Sultan Alam Shah (KISAS), Sekolah Menengah Kebangsaan Kota Kemuning, dan SMK Seksyen 7 Shah Alam. Kolej Islam Sultan Alam Shah (KISAS) yang merupakan sebuah sekolah berasrama penuh di Klang, Selangor, Malaysia. Selama dua hari berada di Kolej Islam Sultan Alam Shah (KISAS), mereka akan melakukan berbagai kegiatan pertukaran budaya, workshop dan mengikuti kegiatan pembelajaran. Rombongan juga akan berwisata ke Genting Highland, Istana Negara Malaysia dan Sungei Wang.
BACA JUGA: Kuliah Umum di UWM, Dari Komunikasi Politik Sampai Perang Dagang Global
Marini Amalia Octavianti MPd selaku Wakil Kepala Urusan Humas, menjelaskan kegiatan ini untuk memfasilitasi peserta didik SMA Muhi wawasan dan pengalaman global. Sebelum terjun ke luar negeri, peserta didik telah dibekali kemampuan Bahasa Inggris yang bekerjasama dengan ACT Educations Solutions Limited (ACT) International untuk melaksanakan program Global Assessment Certificate (GAC).
BACA JUGA: Ini Komentar Ketua DPRD Sleman Tentang Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Program GAC ini membekali peserta didik dengan kualifikasi masuk 100 perguruan tinggi di dunia. SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta juga telah memberikan materi TeachCast with Oxford kepada seluruh siswa kelas X. TeachCast dikembangkan oleh Oxford University Press, Inggris. Siswa langsung mengikuti sistem pembelajaran real-time bersama pengajar yang berasal dari Amerika Serikat yang telah mengantongi sertifikat Teaching of English as a Second Language (TESL).
BACA JUGA: Kisruh Tanah Mbah Tupon, Bibit Rustamto Mendorong Pengaduan ke Polisi
"Tiada lain, hal itu dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar dan kehidupan di level internasional untuk mempersiapkan peserta didik SMA Muhi memasuki persaingan global," tuturnya.
Kepala SMA Muhi Yogyakarta Drs H Herynugroho MPd, antara lain menyampaikan satu manfaat dari Program International Learning, Collaboration and Competition (ILCCP) yang dilaksanakan oleh SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta adalah meningkatkan kesadaran akan keberagaman budaya di kawasan ASEAN, tetapi juga berfungsi sebagai sarana publikasi dan promosi bagi komunitas ASEAN di tingkat internasional.
BACA JUGA: Koperasi Desa Merah Putih, Langkah Tepat Prabowo Membangun Ekonomi Pedesaan
Dalam kunjungan ini, peserta akan lebih banyak berinteraksi dengan budaya ASEAN, membangun hubungan dengan sesama anggota komunitas ASEAN, berpartisipasi dalam kompetisi persahabatan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, dalam bidang pendidikan, sekolah-sekolah di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program.
BACA JUGA: Pembunuhan Driver Online, Tersangka Memartil Kepala Korban Berulang
“Melalui program ini, para pemangku kepentingan pendidikan dari keempat negara tersebut dapat belajar bersama dalam bidang tertentu, berkolaborasi dalam proyek yang disepakati bersama, serta berkompetisi dalam kejuaraan tertentu. Kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi tolok ukur sejauh mana kerja sama antar sekolah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” paparnya.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Salurkan 641 Sembako untuk Petugas Kemanan dan Kebersihan
"Harapannya kegiatan ini bisa dipahami sebagai sesuatu yang positive oleh seluruh stakeholder sekolah dan bisa terus melanjutkan kegiatan ini sebagai bentuk perluasan proses pembelajaran bagi peserta didik. Kegiatan International Learning, Collaboration and Competition (ILCCP) semoga bisa menginspirasi peserta didik untuk membangun koneksi global," pungkas Herynugroho. (*/Red)
