Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada 144 orang penerima, di Pendapa Parasamya, Selasa (15/4/2025).
Bupati Harda menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima SK, serta menekankan bahwa momen ini merupakan langkah awal bagi CPNS Kabupaten Sleman untuk ikut mendukung performa Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pelayanan publik.
BACA JUGA: Lurah Trihanggo dan Pengusaha Hiburan Malam Ditahan, Ini Penyebabnya
Oleh karena itu, Harda mengajak seluruh penerima SK untuk segera beradaptasi mengenali tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Saya perlu mengingatkan bahwa pengangkatan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan justru awal dari pengabdian dan tanggungjawab sebagai aparatur negara dan abdi masyarakat,” jelasnya.
BACA JUGA: Periksa 315 Saksi, Kejari Belum Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Pariwisata
Bupati berpesan agar CPNS Kabupaten Sleman dapat menjaga komitmen, loyalitas, kedislipinan dalam bekerja serta bertanggung jawab. Sebagai abdi negara, ia pun mengingatkan agar seluruh CPNS Sleman turut bersikap proaktif dalam bekerja.
Bupati Harda menyerahkan SK kepada salah seorang CPNS || YP-Ist
“Tunjukkan kinerja terbaik,karena Saudara sekalian adalah orang-orang terpilih. Tunjukkan pula dedikasi dan loyalitas dalam bekerja, untuk memberikan pelayanan publik yang bermutu,” tegas Harda Kiswaya.
BACA JUGA: Nah! Ketua PN Jaksel, Oknum Advokat dan Panitera Ditangkap Tim Kejagung
Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Diharapkan keberadaan CPNS baru harus mampu menjadi energi baru dalam proses transformasi birokrasi menuju pelayanan yang berkualitas dan efisiensi kinerja yang lebih baik.
BACA JUGA: Kejati Bidik Dugaan Penyelewengan Pengadaan Bandwith Internet Sleman
“Saya juga ingin menegaskan pentingnya nilai-nilai etika dan moralitas dalam bekerja. Jangan sekali-kali menyalahgunakan kewenangan, jauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta bangun budaya kerja yang sehat, kolaboratif, dan produktif,” pungkasnya. (*/Agn)
