Warga Tegalbalong Ikuti Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Produk

share on:
Peserta pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Komoditas Hortikultura dan Perkebunan di Homestay Omah Lawas Tegalbalong, Bimomartani, Ngemplak, Sleman || R Toto Sugiharto

“Ndamel napa niki…?”

“Kripik bunga pisang…”

“Wooo cavendish. Nggih mugi-mugi enak.”

“Aamiin…”

DEMIKIAN dialog pendek antara Janu dengan peserta Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Komoditas Hortikultura dan Perkebunan di Homestay Omah Lawas Tegalbalong, Bimomartani, Ngemplak, Sleman.

BACA JUGA: LKBH UP 45 Berhasil Mempailitkan PT GST, Robinson Berstatus Tahanan 8 Tahun Penjara

Janu merupakan owner homestay dan juga menjadi peserta pelatihan yang dihelat oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Selain mengolah bunga atau jantung pisang menjadi kripik cavendish,  ada juga peserta yang membuat sambal ikan tongkol, keripik pisang kepok, peyek jantung pisang, cake pisang cavendish, dan keripik talas. Total ada lima macam makanan olahan hortikultura hasil kreasi peserta yang sebagian besar ibu rumah tangga.

Anggota DPRD Sleman Ir Andreas Purwanto menyampaikan materi aspek legislasi dan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas || YP-R Toto Sugiharto 

Pelatihan yang digelar dua hari, Rabu (12/6) dan Kamis (13/6) tersebut diikuti oleh 30-an warga Tegalbalong, laki-laki dan perempuan. Mereka tampak tekun dan rajin mengikuti setiap materi yang disampaikan para mentor, antara lain Haris Akhmad MP dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Anindityo (Dinas Koperasi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Kabupaten Sleman), Dimas Ardiansyah ST MT(Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman), dan Ir Andreas Purwanto, MTh (DPRD Kabupaten Sleman).sertatiga mentor dari Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA (Ambarukmo Palace Tourism Academy), yakni Hermawan Prasetyanto SSos SST MM, Sri Khusnul, dan Hasna Mutia Sita.

BACA JUGA: Memenangkan Sengketa Tanah 885 M2 di Tapos, Advokat Armen Dedi Menanti Eksekusi

Sebelumnya, saat menyampaikan materi teori, Haris Akhmad pada hari pertama pelatihan, Rabu (12/6) mengharapkan kepada petani sebagai produsen dapat menciptakan branding, baikproduk maupun status profesinya. Sehingga, diharapkan dari hasil produksi juga dapat ditingkatkan nilai jual melalui olahan hasil komoditas.

BACA JUGA: Pemilik-Penghuni Apartemen Malioboro City Membentuk P3SRS, Berharap Terbit SHMSRS

“Masalahnya, hingga kini petani tidak mampu menciptakan branding. Masalah lainnya, petani juga kurang mampu meningkatkan nilai tambah karena tidak dapat mengolah hasil pertanian atau komoditasnya,” urainya.

Warga Tegalbalong mengikuti pelatihan teori dan praktik Pengolahan dan Pemasaran Hasil Komoditas Hortikultura dan Perkebunan I| YP-Ist 

Permasalahan tersebut melatarbelakangi  Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Seman menyelenggarakan pelatihan “Pengolahan dan Pemasaran Hasil Komoditas Hortikultura dan Perkebunan”, seperti yang dilaksanakan dua hari di Homestay Omah Lawas Balong Kalurahan Bimomartani Kapanewon Ngemplak, Sleman.

BACA JUGA: JCW Minta Kejati DIY Dalami Peran Notaris Dalam Kasus Korupsi Tanah Kas Desa

Topik yang dipresentasikan masing-masing mentor, antara lain “Kebijakan Pembangunan Hortikultura” Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, “Dukungan Legislasi dalam Pemberdayaan Kelompok Tani dalam Pengembangan Olahan Hasil Hortikultura” (DPRD Sleman), “Bisnis Plan dan Teknik Pemasaran untuk UMKM” (Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Sleman, maupun “Branding” (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman), serta “Pembinaan Penerapan SOP dan Pemasaran Produk Olahan Hasil Hortikultura”. (R Toto Sugiharto)


share on: