Usai Jemput Adik, Calon Wisudawan UNY Meninggal Dunia karena Kecelakaan

share on:
Rianti RiantyPurnamasari MPd  || YP-Humas UNY

Yogyapos.com (SLEMAN) - Untung tak bisa diraih, malang tak bisa dihindari. Rianty Purnamasari MPd  --salah seorang calon wisudawan UNY-- itu akhirnya tidak pernah sempat mengenakan toga dan menerima ijazah Magister yang didambakannya.

Mahasiswi Prodi Teknologi Pembelajaran Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi ini meninggal dalam sebuah kecelakaan tragis yang terjadi Sabtu (29/9/2023) di Riau kota kelahirannya. Penerimaan ijazah pun diwakili oleh pamannya bernama Sumanto, di GOR UNY, Kampus Karang Malang, Sabtu (2/12/2023) 

BACA JUGA: Kapolda DIY: Mahasiswa Korban Terbanyak Penipuan

Diungkapkan Sumanto, kronologis kecelakaan yang menimpa Rianty bermula saat gadis kelahiran Magetan 4 Maret 1998 itu dijemput ayah kandungnya, Supriyanto di Bandara Sutan Syarif Kasim Riau.

“Peristiwanya terjadi  pagi hari pukul 03.55 WIB. Rianti berangkat dari Bandara menjemput adiknya yang ada di Pondok Gontor Putri 7 Pekan Baru . Namun, sekitar 10 km sebelum sampai rumahnya di Kota Pangkalan Kasar Indragiri Hulu dia mengalami kecelakaan. Mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil box hingga rusak parah.” tutur Sumanto  seraya menahan air mata.

BACA JUGA: Polisi Belum Perlu Menahan Firli Bahuri

Diceritakan Sumanto, terdapat 4 orang penumpang Honda Mobilio yang ditumpangi tewas dalam peristiwa tersebut. Rianty Purnamasari dan Supriyanto meninggal seketika sedangkan kedua keponakannya meninggal setelah 3 hari dirawat di rumah sakit.

Sumanto -- paman Rianti -- menunjukkan ijazah  Magister  milik keponakannya || YP-Humas UNY 

Namun, kehadiran Sumanto pada acara Wisuda UNY kali ini, Sumanto tidak sekadar untuk mewakili keponakannya. Tetapi juga menjadi saksi putri tersayangnya  Aulia Sri Utami MPd juga diwisuda dari prodi S2 Lingusitik Terapan Fakultas Bahasa Seni dan Budaya UNY.

BACA JUGA: 270 PNS Sleman Memasuki Purna Tugas

Menurut Sumanto, Aulia dan Rianty merupakan alumni Pondok Gontor Ngawi. Mereka berdua bersekolah disana sejak MTs hingga MA. Meski berbeda jenjang, namun keduanya akhirnya dapat diterima di UNY.

Selama kuliah di UNY, Rianty merupakan mahasiswa yang pintar. Hal it terbukti dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93. Dari 18 mata kuliah yang diambilnya semua mendapat nilai A dan hanya 5 mata kuliah mendapatkan nilai A, serta tidak memiliki nilai B. Diapun mengakhiri studinya dan mendapatkan nilai A untuk karya tesis yang  berjudul ‘Evaluasi Program Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Imla’ Di Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Surakarta’

BACA JUGA: Di DIY, Laskar PPP Optimis AMIN Menang 57 Persen

Dengan berpulangnya Rianti, Rektor UNY Prof Dr Sumaryanto MKes AIFO dalam sambutannya menyatakan secara kelembagaan turut berduka dengan adanya peristiwa tersebut serta turut berdoa agar almarhumah diampuni segala dosa dan keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan. Disamping itu, Sumaryanto juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada Sumanto selaku wakil keluarga yang telah bersedia menerima ijazah Magister milik almarhumah yang merupakan simbol kerja kerasnya selama menimba ilmu di kampus UNY ini.  (*/Sds)

 

 

 

 

 


share on: