UKDW Gelar Workshop Riset Pemberdayaan Kerjasama Umat Muslim-Kristen

share on:
Suasana worshop riset pemberdayaan bertajuk “Kerjasama Ekonomi Antara Muslim dan Kristen di DIY”, di Ruang Seminar Pdt Dr Harun Hadiwijono, Kamis (19/1/2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Magister Manajemen (MM) Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta berkolaborasi dengan Overseas Ministries Study Center di Princeton Theological Seminary Amerika Serikat, Yayasan Griya Jati Rasa, dan Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa mengadakan workshop riset pemberdayaan bertajuk “Kerjasama Ekonomi Antara Muslim dan Kristen di DIY," di Ruang Seminar Pdt Dr Harun Hadiwijono, Kamis (19/1/2023).

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pesan-joko-kepada-purwono-ujudkan-projotamansari-dan-tetap-berdedikasi-pada-partai-9475

Dekan Fakultas Bisnis UKDW, Dr Perminas Pangeran MSi mengatakan penelitian tidak hanya fokus pada peningkatan kinerja usaha kecil maupun menengah, tetapi juga mengatasi aspek lain di tengah perbedaan agama. “Perbedaan agama bukan suatu hambatan, justru menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi. Selama ini orang membedakan Islam, Kristen, dan lainnya. Sehingga perlu kita gaungkan kerjasama antara Kristen dan Islam. Dengan kerjasama ini, ke depan tidak ada pesaing, tetapi mitra dalam berusaha,” katanya. 

Dalam upaya mendukung pelaksanaan riset, UKDW mengirimDosenMagister Manajemen UKDW, Farsijana Adeney-Risakotta PhD ke Princeton Theological Seminary, Amerika Serikat untukmemperdalam agama dan menguatkan ekonomi. “Di MM ini ada konsentrasi sosiopreneurship, harapannya tidak hanya sekedar mengejar laba saja, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Sehingga ada dampak sosial dan ekonomi,” ujarnya. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kombes-pol-aris-supriyono-sik-msi-jabat-kapolresta-sleman-pemkab-gelar-pisah-sambut-9472

Farsijana Adeney-Risakotta PhD sebagai peneliti utama riset pemberdayaan menerangkan penelitian tersebut bertujuan untuk melihat bagaimana akar rumput membangun ekonomi. Peran agama juga penting dalam membangun ekonomi bangsa. 

“Keterlibatan umat Muslim dan agama lain penting untuk menjalin kerjasama. Dalam pengembangan pasar, agama tidak bisa dikesampingkan. Dari sisi spiritualitas, agama mengajar tentang keadilan dan lainnya, begitu juga dalam membangun ekonomi yang berkeadilan, gotong-royong,” terangnya. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bupati-kustini-resmikan-jogging-track-sepanjang-303-meter-9476

Sedangkan KH Beny Susanto MSi selaku asisten peneliti menyebut selama ini sudah ada kerjasama antara Muslim dan Kristen, namun masih perlu dorongan yang lebih kuat. Meski pertumbuhan ekonomi di DIY baik, namun tingkat kemiskinan dan ketimpangan di DIY juga butuh perhatian. 

“Butuh panggilan iman bersama, Kristen maupun Muslim. Panggilan untuk membangun bangsa di aspek ekonomi. Saat ini masih ada persoalan eksklusivitas dan intoleransi. Untuk itu tidak cukup dengan toleransi, tetapi juga membangun kesejahteraan bersama,” ujar Wakil Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY tersebut. 

Ketua Majelis Jemaat GKJ Sarimulyo, Pdt Gunawan Adi Prabowo SSi menambahkan dialog agama bukan hanya membangun secara teologis, tetapi juga dialog kehidupan yang menitikberatkan soal kebutuhan hidup. “Dalam doa Bapa Kami disebutkan, berilah kami rezeki secukupnya. Artinya bukan hanya kita nyadhong berkat dari atas, tetapi harus diimbangi dengan usaha.Kreativitas yang justru sumbernya dari interaksi, membangun jejaring. Jejaring ini terbuka, bisa dengan berbeda keyakinan,” imbuhnya. (*)

 

 


share on: