ERA DIGITAL merupakan suatu era atau zaman yang sudah mengalami kondisi perkembangan, kemajuan dalam ranah kehidupan ke arah yang serba digital di mana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi bagian integral dari kehidupan manusia.
Era ini ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat dan mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, dan berinteraksi lebih terintegrasi. Salah satunya diimplementasikan pada rumah sakit, sebagai institusi yang menyediakan pelayanan kesehatan secara menyeluruh paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat, yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat dan tenaga ahli kesehatan lainnya.
BACA JUGA: Arisan Motor Tak Semanis Janji, Korban Melaporkan Direktur MMG ke Polisi
Sebagai layanan kesehatan, rumah sakit memiliki peran penting dalam menangani kasus-kasus kesehatan pasien yang kompleks dan membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif, yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Dalam skema pelayanan kesehatan yang terintegrasi, digitalisasi rumah sakit memungkinkan pertukaran data pasien yang lebih cepat dan akurat, dengan memastikan continuity of care yang optimal dengan perkembangan teknologi digital, rumah sakit dapat meningkatkan efisiensi operasional mulai dari pendaftaran pasien hingga manajemen perawatan dan pengelolaan data kesehatan.
BACA JUGA: Digitalisasi Pertanian Indico Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Wonogiri
Dalam pelayanan di rumah sakit penggunaan sumber daya, sarana dan prasarana, kualitas SDM dan ketersediaan perangkat komputer di rumah sakit harus memadai dan memenuhi standar, dilakukan pelatihan sebelum penerapan sistem baru, serta karyawan untuk menjalankan tugas dengan baik.
Latar belakang pendidikan karyawan telah sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan, ditambah dengan pelatihan yang diberikan oleh rumah sakit, sehingga mereka mampu menggunakan aplikasi teknologi dengan lancar.
BACA JUGA: Aset BPRS HIK MCI Tembus Rp 300 M, HUT ke-16 Genjot Digitalisasi Manajemen
Dari hasil pelatihan, sebagai evaluasi kinerja karyawan rumah sakit serta sebagai penilaian apakah sudah baik dan meningkat dengan adanya sistem baru atau belum, serta dalam kegiatannya masih perlu dilakukan pengawasan berlanjut dan peningkatan mutu agar proses pelayanan dapat meningkat secara kuantitas dan kualitas. (Penulis : Lestari Andayani Amd Kep SM adalah Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (MM UST) Yogyakarta)
