Yogyapos.com (SLEMAN) – Perkembangan BPRS HIK MCI (Harta Insan Karimah Mitra Cahaya Indonesia) semakin pesat, digitalisasi perbankan pun semakin tidak terelakkan. Untuk itu, BPRS HIK-MCI akan semakin mepercepat proses digitalisasi dalam manajemen dan layanannya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan cepat, tepat dan aman.
“Sebagai BPRS terbesar di DIY, dengan nilai aset mendekati Rp 300 milar, digitalisasi merupakan suatu keniscayaan,” ujar Direktur Utama BPRS HIK MCI Yogyakarta Kholid SPd MM pada acara Fun Walk yang diadakan dalam rangka ulang tahun ke-16 Bank tersebut, Sabtu (13/1/2024).
BACA JUGA: Debat Capres, Dr Mukhijab MA: Dari Saling Melirik, Serangan ke Prabowo dan Pembelaan Presiden
Kegiatan ulang tahun yang diadakan kantor bank tersebut di Jalan Kaliurang Km 9, diikuti 200 peserta, baik dari internal maupun mitra kerjanya dari Lembaga penddikan, UMKM, dan Masyarakat setempat. Selain Fun Walk, dialokasikan juga pada acara tersebut santunan untuk 30 anak yatim serta bantuan sembako untuk Yayasan Rumah Yatim.
Pelepasan peserta Fun Walk || YP-Ist
Komisaris BPRS HIK MCI sekaligus sebagai salah satu pemegang saham Prof Dr Edy Suandi Hamid menegaskan, tidak mudah untuk menempati sebagai posisi terbesar di DIY ini.
BACA JUGA: Dr Mukhijab MA: Debat Capres 2024 Putaran Pertama, 'Incumbent' Tersengat Energi Perubahan
“Ini bisa dicapai karena tata kelola dan kinerja yang baik, mendapat dukungan dari banyak mitra kerja, serta pengawasan yang ketat. Dan tentu saja sebagai BPRS selalu menjaga agar sesuai dengan prinsip-prinsip perbankan syariah,” ujar Edy yang juga Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta ini.
Prof Edy Suandi Hamid saat menyampaikan sambutan acara HUT ke-16 || YP-Ist
Prof Edy menekankan posisi terbesar dan sehat harus terus dijaga, dengan manajemen yang baik dan sumber daya manusia yang terus ditingkakan kualitasnya. “Namun harus tetap diingat, ketika Bank ini makin besar, tangung jawabnya juga semakin besar, termasuk membantu Masyarakat yag membutuhkan,” pungkasnya.
BACA JUGA: Anggota DPD RI Hafidh Asrom: Perlu Terobosan Strategis dalam Pengelolaan Pariwisata Yogyakarta
Sementara itu Direktur Dana Pensiun Muhammadiyah yang merupakan Pemegang Saham Pengendali BPR HIK-MCI, Dede Haris Sumarno, berharap di usia ke-16 bank ini perlu terus semakin meningkatkan profesionalismenya. Untuk mendukung perkembangannya, bisa dijalin kerja sama dengan amal-amal usaha Muhammdiyah yang sangat banyak di Yogyakarta maupun daerah-daerah sekitarnya.
“Beberapa tahun terakhir ini, perkembangan HIK MCI sangat pesat dan sehat,” ujar Dede Haris Sumarno dalam acara bertema Go Digital, Strong, and Sustainability Growth. (*/Met)
