Tim UAJY Terima Hibah Penelitian dari Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik

share on:
Tim kolaborasi lintas dosen, tenaga laboratorium, dan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UAJY selaku pelaksana hibah penelitian || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) meraih hibah penelitian dari Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) melalui tim kolaborasi lintas dosen, tenaga laboratorium, dan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI).

Tim ini terdiri dari tiga dosen FTI yaitu F Edwin Wiranata SPd MSc, Ir Lenny Halim ST MEng, dan Ir Twin Yoshua Raharjo Destyanto ST MSc PhD, satu Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Laboratorium Otomasi, Ir Engelbert Harsandi Erik Suryadarma ST MT serta dua mahasiswa FTI yaitu Christoforus Arrifianto Roesmarjati dan Arya Frans Woleka.

BACA JUGA: Mahasiswa KKN UNS Tularkan Abon Ikan Nila kepada Ibu-ibu PKK Caturharjo

Penelitian ini juga berkolaborasi dengan dosen dari Universitas Widya Dharma Pontianak yakni Fredrikus Suarezsaga ST MT. Fokus penelitian adalah mengembangkan Sustainable Smart Mini Factory berbasis Internet of Things (IoT) dan tenaga surya, yang dirancang sebagai model implementasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

BACA JUGA: Kopi Sebagai Cermin Perubahan Sosial

Penelitian berjudul "Perancangan Sustainable Smart Mini Factory berbasis IoT dan Tenaga Surya sebagai Model Implementasi bagi UMKM" ini bertujuan untuk menggabungkan teknologi IoT dan tenaga surya untuk mendukung industri 4.0, yaitu membuat model yang dapat diterapkan UMKM dengan meminimalkan risiko kerugian dan menjawab isu energi serta keberlanjutan dengan prinsip people, planet, profit.

BACA JUGA: Brigjen TNI Bambang Sujarwo: Bela Negara Tak Selalu Identik Angkat Senjata

Pemilihan topik ini berangkat dari kondisi industri di Indonesia yang masih terbatas dalam penerapan teknologi industri 4.0.

“Nyatanya, di Indonesia industri yang menggunakan teknologi industri 4.0 itu hanya sekitar 21%. Salah satu hambatannya adalah faktor finansial dan sumber daya manusia. Model yang kami kembangkan diharapkan dapat meminimalkan risiko kerugian bagi UMKM yang ingin bertransformasi,” ungkap Edwin, Rabu (20/8/2025). 

 Riset ini direncanakan berlangsung selama satu tahun, mulai Agustus 2025 hingga Agustus 2026. Hasil penelitian diharapkan dapat siap diimplementasikan sekaligus menjadi model pelatihan dan pendampingan bagi UMKM di berbagai daerah. 

BACA JUGA: GREAT Institute Apresiasi Prabowo, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Motor Pertumbuhan

Lenny menjelaskan dari sisi teknis implementasi Industri 4.0, penelitian berfokus menggabungkan IoT pada smart factory. Implementasi IoT dan tenaga surya ini merupakan bentuk penerapan energi bersih (aspek planet). Dari aspek people, tim akan berfokus pada pengembangan human interface, sedangkan aspek profit akan dihitung untuk mengevaluasi penerapannya nanti di UMKM.

“Jangan takut untuk mencoba, terutama bagi yang baru memulai, yang terpenting adalah berani mengambil langkah, terus belajar, dan mencoba lagi,” ungkap Twin.

BACA JUGA: Masjid Al Kautsar Produksi Rempah Premium Melalui BUMM Sangaji

Dengan diraihnya hibah APTIK, tim optimis dapat menghadirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan teknologi di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM di Indonesia. (*/Red)

 


share on: