Yogyapos.com (BANTUL) - Pada umumnya masjid hanya digunakan untuk ibadah mahdloh (khsusus dan wajib), namun tidaklah demikian Masjid Al-Kautsar Srimuluyo Piyungan Bantul.
Masjid ini juga dimanfaatkan pula untuk mengembangkan usaha bisnis demi penguatan ekonomi dan dakwah umat melalui produksi berbagai rempah premium.
"Perusahaan ini adalah Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) bernama Sangaji. Bergerak memproduksi dan menjual berbagai rempah premium sejak awal tahun 2025 hingga kini,” ungkap Dirut BUMM Al-Kautsar "Sangaji", Heru Kuswanto (27) bersama Marketing Produksi, Iki Tabah (26), saat ekspos dinamika bersama Diskominfo Bantul, Rabu (13/8/2025).

Dikatakan, perusahaan ini untuk sementara setiap seminggunya baru mampu memproses rempah premium berupa berbagai rempah diantaranya kunyit, kencur dan jahe sebanyak 50 hingga 100 kg.
Warga dan jamaah yang sudah bergabung ke usaha ini sebagai tenaga kerja dan usaha bersama sekitar 12 orang.
Produknya berupa berbagai macam dan jenis serbuk rempah dipasarkan di sejumlah tempat yang ada di DIY dan sebagian lagi ke Banjarnegara Jawa Tengah dan Lampung.
Proses produksi
"Nampaknya bisnis dan dakwah melalui inovasi gerakan ekonomi kerakyatan ini prospektif. Buktinya sudah ada beberapa masjid yang ingin bergabung. Maka kami akan terus berenoasi melakukan pengembangan,” tuturnya.
Iki Tabah menyampaikan, dalam marketingnya BUMM Al-Kautsar menerapkan bagi hasil. Nilai hasil penjualan 30 persenya untuk dimasukan ke dana keuangan masjid, 30 persen untuk pemilik modal dan 40 persen untuk modal produksi selanjutnya.
"Prinsip dalam proses berproduksi kami mempergunakan cara tradisional dan tanpa peralatan modern. Alasanya meski dengan peratan modern produknya cepat, namun dengan olahan tradisional arahnya untuk penciptaan lapangan kerja bagi warga (jamaah) dan produknya mempunyai khas tersendiri,” kata Tabah.
Tentang harga produk rempah premium tergantung pada jenis, macam dan besar kecil kemasanya. Secara umum Rp 15.000 hingga Rp 40.000 kemasan.
Menurut salah seorang tenaga kerja proses produksinya yaitu secara singkat rempah dipotong (tanpa dikupas). Lalu dicuci dan ditumbuk jadi bubuk. Selanjutnys dipanasi dan setelah mengumpulkan dan kering dikemas dan dipasarkan. (Spd)
