Tim Debat UAJY Borong Prestasi di KDMI 2024

share on:
Tim Debat UAJY berhasil menoreh prestasi pada Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2024,di Universitas Ciputra, Surabaya || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Tim Debat mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berhasil menoreh prestasi pada Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2024, di Universitas Ciputra, Surabaya.

Acara berskala nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing mahasiswa melalui media debat ilmiah dan menciptakan komunikasi serta daya saing yang sehat antar mahasiswa.

BACA JUGA: Gudang Semen di Tamanan Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Tim Debat mahasiswa UAJY berhasil meraih medali dalam Kategori Pratama dan meraih Juri Institusi Terbaik. Kategori Pratama adalah kategori untuk tim debat yang sebelumnya belum mempunyai pengalaman di perlombaan tingkat nasional atau kategori untuk pemula. Tim mahasiswa ini terdiri dari:

1. Putu Nadya Diandragita (21) Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Angkatan 2021 dan Kezia Callista Odelyn Sinugroho (19) Mahasiswa Prodi Manajemen Kelas Internasional Angkatan 2023 meraih Medali Perunggu Kategori Pratama

BACA JUGA: Dukuh Sorogaten 1 Terduga Pelaku Asusila Masih Menjabat, Perjuangan Warga & LKBH Pandawa Berlanjut

2. Putu Nadya Diandragita (21) Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Angkatan 2021 meraih Medali Perak untuk Pembicara Terbaik Kategori Pratama

3. Kezia Callista Odelyn Sinugroho (19) Mahasiswa Prodi Manajemen Kelas Internasional Angkatan 2023 meraih Medali Perunggu untuk Pembicara Terbaik Kategori Pratama

4. Keisha Devana Sugiyanto (20) Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Angkatan 2022 meraih Juri Institusi Terakreditasi Terbaik peringkat ke-5

BACA JUGA: Haris Sugiharta Serahkan Bantuan Sound System, Ajak Masyarakat Gemar Olahraga

Tim debat terpilih berdasarkan pemilihan dari peserta Critical Thinking Community (CTC), salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UAJY, sementara juri dalam pelatihan atau juri adjudicator dipilih oleh institusi atau perguruan tinggi masing-masing. Sebelum perlombaan di skala nasional, mereka melalui seleksi online berskala regional pada 11 Juni - 13 Juni 2024 berdasarkan Wilayah 2 LLDIKTI dan meraih urutan ketiga dari tim perguruan tinggi lainnya di seluruh Yogyakarta.

BACA JUGA: Lurah Caturtunggal Divonis 7 Tahun, Advokat Layung Purnomo Belum Rencana Ajukan PK

Perlombaan skala nasional yang diselenggarakan dari tanggal 15 Juli hingga pengumuman grand final pada 21 Juli 2024 ini memiliki sistem yang kompleks. Perlombaan ini menggunakan sistem British Parliamentary Debate dimana empat tim dalam satu ruangan terdiri dari pro 1 dan 2 serta contra 1 dan 2 saling berdebat akan mosi berbeda tiap hari yang sudah ditentukan oleh tim juri, isu-isu tersebut termasuk isu politik, ekonomi, dan sebagainya.

“Jadi kita mulai lombanya dari hari Rabu sampai Minggu, kita debat 5 hari dan sehari 3 kali debat,” jelas Nadya, Jumat (26/7/2024).

BACA JUGA: Kesbangpol Sleman Beri Latihan Intensif 75 Calon Paskibraka

Perlombaan tersebut memiliki durasi kurang lebih satu setengah jam untuk debat dan penjurian selama satu ronde, sementara sehari terdapat tiga ronde perlombaan dengan durasi yang sama dari pagi hingga sore.

Keisha juga menyebutkan bahwa juri dalam pelatihan atau juri adjudicator memiliki sistem yang sama, setelah mengikuti seminar untuk peraturan juri pelatihan, ia harus menjadi juri eksibisi debat sebanyak tiga kali sehari. Keisha, memiliki pengalaman perlombaan debat seperti NUDC 2023 dan 2024 serta pengalaman di perlombaan juri debat lainnya.

BACA JUGA: Jagabaya Caturtunggal Keukeh Bantah Tuduhan Korupsi TKD di Nologaten

Penilaian untuk perlombaan debat dan juri dalam pelatihan juga sangat kompleks. Tim debat dinilai atau scoring oleh juri panel dan juri utama berdasarkan kontribusi argumen mereka terhadap mosi seperti cara mereka membawa kasus dan cara menjelaskan kasus tersebut. Penilaian juri adjudicator atau juri dalam pelatihan juga melalui scoring dari juri ketua dan peserta debat yang penjuriannya dinilai oleh juri adjudicator.

BACA JUGA: Sabtu-Minggu JIKF 2024 akan Berlangsung di Parangkusumo, Pengguna Jalan Perlu Perhatikan Ini

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Departemen Ilmu Komunikasi, Meganusa Ludvianto SIP MCommun juga diundang langsung oleh BPTI sebagai Perwakilan UAJY menjadi Anggota Tim Juri Inti dan Anggota Panel Juri Babak Final KDMI 2024. “Jadi aku diundang jadi juri bukan sebagai delegasi UAJY tapi termasuk perwakilan dari UAJY,” jelas Meganusa.

Walaupun menjadi tim juri, Meganusa tidak bisa berinteraksi dengan tim mahasiswa UAJY selama perlombaan. “Juri inti itu tugasnya termasuk merancang semua aspek perlombaan di bidang penjurian, seperti menentukan topik dan menentukan standar penilaian,” ungkap Meganusa.

BACA JUGA: Bantul Creative Expo Resmi Dibuka, Estimasi Transaksi Tembus Rp 2,5 Miliar

Nadya mengungkapkan tantangan selama proses persiapan perlombaan, diantaranya kesulitan mengatur waktu karena bertepatan dengan Ujian Akhir Semester (UAS). “Susahnya tuh karena lomba ini tabrakan sama magang dan latihannya sulit karena kita nggak punya pelatih,” ungkap Nadya.

“Aku juga otodidak belajarnya, nggak ada pelatih juga dan aku emang ada pengalaman jadi juri juga sebelumnya,” jelas Keisha. Namun, tantangan-tantangan tersebut terbayarkan saat meraih juri terbaik peringkat ke-5 dan berhasil mencapai grand final dari 112 universitas yang mengikuti lomba tersebut.

BACA JUGA: Silakan Simak! Ini Progres PT Adhi Karya tentang Pengerjaan Tol Yogya-Solo-Kulonprogo

“Senang sekali, alhamdulilah, dan kita mengalami peningkatan dari tahun lalu,” ujar Meganusa.

Keisha dan Kezia juga menambahkan bahwa mereka bersyukur bisa sampai tahap grand final.

Meganusa menambahkan harapannya kepada mahasiswa lain untuk mencoba dunia debat dan menyebutkan bahwa debat termasuk salah satu bidang talenta yang menarik untuk eksplorasi khusus di bidang critical thinking dan public speaking. (*)


share on: