Temu Karya Sastra 2024 Wujudkan Budaya Yogya Mendunia

share on:
Para pemenang dari kompetisi lomba naskah lakon, puisi, dan cerpen peserta Temu Karya Sastra 2023 || YP-Ist 

Yogyapos.com (YOGYA) - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai lembaga pengayom kehidupan bersastra selalu mengupayakan pengayaan kreasi bagi citra Yogyakarta sebagai kota kultural-edukatif yang sudah diakui dunia. Aktivasi kreasi sastrawan Yogyakarta melalui sanggar dan komunitas sastra menjadi langkah strategis untuk mengejawantahkan pengayaan kreasi bagi citra keyogyakartaan.

Salah satu kegiatan reguler yang dihelat Disbud DIY adalah Temu Karya Sastra. Pada tahun 2024 ini, Temu Karya Sastra memasuki tahun ke-4. Tema utama Daulat Sastra Jogja yang dihelat tiap tahun, kali ini berfokus pada penguatan kreasi dan inovasi sanggar-sanggar dan komunitas sastra yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

BACA JUGA: BNN DIY Tangkap 12 Tersangka Penyalahguna Narkotika, Dua Diantaranya Wanita

“Yogyakarta memiliki lumbung budaya yang tak ternilai. Bahasa, sastra, dan aksara merupakan sendi-sendi yang akan tetap hidup mengiringi zaman. Citra Yogyakarta memang terbangun dari berbagai sendi kreasi yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Kegiatan kesastraan merupakan salah satu upaya kreatif dalam menjaga dan menghidupi citra Yogyakarta,” papar Setya Amrih Prasaja, Kasie Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan DIY, Senin (24/6/2024).

Pengarah kegiatan Y. Adhi Satiyoko, Wiyana, dan Tedi Kusyairi menjelaskan bahwa pada waktu sebelumnya, para alumni peserta Temu Karya Sastra yang berasal dari komunitas diharapkan kembali ke komunitas atau sanggar masing-masing untuk meningkatkan daya kreativitas bersastra.

BACA JUGA: Serentak di Indonesia, 283.940 Guru Ikuti Asesmen AKGTK Madrasah 2024

Bagi individu ada yang bergabung dengan komunitas yang telah ada, bahkan ada yang membuat sanggar atau komunitas sastra baru. Ini merupakan potensi kantong sastra alternatif dari anak muda Yogyakarta berdampingan secara kompetitif dengan sanggar atau komunitas yang sudah ada terlebih dahulu.

“Sebagai Kota Budaya, yang di dalamnya ada unsur sastranya, tentu sejak masa Rendra, Persada Study Club, sastra dan teater kampus atau sekolah, hingga kini sejak masa PKKH UGM sampai sastra Maliboro, banyak menyebar komunitas sastra di pelosok Yogyakarta. Lahir banyak komunitas sastra tidak hanya yang berbahasa Indonesia namun juga sastra Jawa, Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta, Paramarta, Pasbuja Kawi Merapi dan lainnya,” ungkap Wiyana yang pernah menjadi Ketua MGMP Bahasa Indonesia DIY.

BACA JUGA: Jagabaya Kalurahan Caturtunggal Dituntut Penjara 7,5 Tahun, Advokat Nofrizal akan Ajukan Pledoi

Sebelumnya sudah banyak komunitas atau sanggar berbasis sastra di Yogyakarta yang bernaung dalam institusi kampus, pemerintahan, dan swasta. Perkembangannya naik turun tergantung pola pembinaan internal masing-masing kelompok.Namun, problema utamanya, yakni soal regenerasi.

“Meskipun proses kreatif penulisan sastra itu bersifat individual, namun iklim sastra di Yogyakarta dibangun atas jejaring komunitas atau sanggar sastra. Ini yang kemudian menjadi perhatian dari agenda kali ini, bahwa membangun sinergi antar komunitas atau sanggar menjadi hal yang perlu dijaga,” timpal Adhi Satiyoko dari BRIN.

BACA JUGA: Server PDN Kemenkominfo Terganggu, Polri Lakukan Assessment Cari Penyebabnya

Hingga Temu Karya sastra tahun ke-3 setidaknya sudah lahir komunitas baru seperti Komunitas Teater Remaja Bantul (Komatera), Komunitas Sastra Pleret, Komunitas Ujwala, Sastra Pesantren Al Imdad, Komunitas Regas Kulonprogo, Sanggar Sastra Wiwitan (Sawit), Komunitas Sastra PlayOn Gunungkidul, dan Komunitas Sastra Samudra Sleman. Pada tahun 2023 mengangkat topik mengenai Filosofi Sumbu Imajiner Yogyakarta yang menjadi cirikhas Daerah istimewa Yogyakarta, pada tahun 2024 ini dengan semangat regenerasi kreativitas bersastra melalui komunitas atau sanggar sastra di Yogyakarta, mengangkat topik Budaya Jogja Mendunia. Kegiatan Temu Karya Sastra ‘Daulat Sastra Jogja’ – Budaya Jogja Mendunia – “Membangun Imaji Antar Generasi Sastra Berbasis Komunitas” melalui rangkaian kegiatan yakni; sambang komunitas, pembinaan cipta dan penulisan Puisi-CerpenNaskah Lakon dalam bentuk workshop (kemah menulis) pada 8-11 Juli 2024 di Westlake Resort, lomba karya sastra Puisi-Cerpen-Naskah Lakon pada bulan Agustus September, dan gelar pementasan karya sastra akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2024, dan penerbitan buku. Peserta kegiatan merupakan wakil-wakil dari sanggar dan komunitas sastra yang ada di DIY.

BACA JUGA: LBH Aryawiraraja: Pungli Oknum Lapas Cebongan Mencapai Rp 1,1 Miliar Plus Kekerasan Fisik

Hasil yang ingin diperoleh adalah penguatan kemampuan kreasi dan inovasi individu penulis sastra yang berbasis sanggar dan komunitas di DIY. Capaian yang kongkret adalah karya tulis bergenre cerita pendek (cerpen), puisi, dan naskah lakon yang bertema keyogyakartaan. Di sisi lain, para penulis akan mengembangkan keilmuan tentang kepenulisan di sanggar dan komunitas mereka masing-masing.

“Wacana kedepan yang sedang dikomunikasikan antar komunitas, yakni para peserta nantinya turut andil dalam memajukan industri kreatif berbasis sastra,” kata Tedi koordinator gerakan literasi #SelasaSatra.

Ditambahkan Tedi, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon peserta yang ingin mendaftar sebagai peserta Temu Karya Sastra 2024 Kundha Kabudayan DIY sebagai berikut; usia 17-20 tahun yang beridentitas DIY (berdomisili DIY), merupakan anggota/utusan sanggar/komunitas sastra di Yogyakarta (melampirkan surat pengantar dari komunitas), aktif dalam aktivitas sastra (penulisan/pementasan/kegiatan) di sanggar/komunitas masing-masing, diutamakan yang memiliki karya sastra yang pernah dipublikasikan pada media masa/penerbitan dan memiliki prestasi dalam dunia sastra sebagai pembanding saat penyeleksian peserta, mengisi formulir yang disiapkan oleh panitia pada link tertaut, tidak lupa calon peserta sudah menyiapkan konsep karya yang akan ditulis. Informasi dan pendaftaran silahkan hubungi Ayun +62 895-4020-40201 link pendaftaran https://bit.ly/DAFTAR-TKS-2024. (R Toto Sugiharto)

 

 

 

 

 

 


share on: