Yogyapos.com (YOGYA) - Co-captain Timnas AMIN (pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar), Sudirman Said sangat prihatin terhadap prilaku elit penguasa yang tuna malu seperti pamer kekayaan, terus menjalankan bisnis sambil mengurus negara dan memamerkan konflik kepentingan yang mencederai akal sehat.
BACA JUGA: Film 'Cinta Tak Pernah Tepat Waktu' Segera Tayang di Bioskop
“Yang terbaru memanfaatkan perangkat kekuasaan untuk kontestasi sanak famili. Ini adalah prilaku tidak wajar karena mencampuradukkan masalah privat dan publik. Semua mengangkangi nalar dan naluri publik,” ucap Sudirman Said pada acara bedah buku ‘Bergerak Dengan Kewajaran’ di Hotel Santika Yogyakarta, Sabtu (9/12/2023).
BACA JUGA: Relawan BAPER Kawal Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran
Buku karya Sudirman Said itu dibahas oleh 4 guru besar yaitu Prof. Armaidy Armawi (Guru Besar Prodi Ketahanan Nasional UGM), Prof Mifedwil Jandra (Guru Besar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa), Prof Nurfina Aznam Guru Besar Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta), dan Prof Djoko Pekik Irianto (Guru Besar Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta).
Sudirman Said juga mengatakan, pesan masyarakat yang mengkritisi kekuasaan yang disampaikan ke publik, kalau diukur dengan batas-batas kepatutan dan kewajaran menunjukan bahwa situasi sedang tidak baik-baik saja.
Menurutnya, ketika bukunya muncul ternyata disambut oleh banyak intelektual. Mungkin karena para profesor tersebut mengamati suasana yang tidak baik. Misalnya sudah sampai pada level hukum yang diutak-atik, ‘diperkosa’ untuk kepentingan pribadi maupun keluarga dan bukan untuk kepentingan publik.
BACA JUGA: Eko Darmanto Mengenakan Rompi Oranye dan Diborgol, Disangka Terima Gratifikasi dan TPPU Rp 18 M
“Padahal esensi kekuasaan yang juga diulas dalam buku adalah kekuasaan itu milik publik, kekuasaan itu milik rakyat dan hanya digunakan untuk sebesar-besar kepentingan publik. Nah ketika bercampur bauran antara kepentingan publik dan kepentingan privat maka Masya Allah yang saya sebut sebagai situasi sedang tidak baik-baik saja,” tandas Sudirman.
BACA JUGA: PDIP Bantul Optimis Ganjar-Mahfud Raih 75 Persen Suara
Karena itu, Sudirman selalu mengimbau dan mengajak para kaum terpelajar, kaum cendekiawan untuk pertama membangun kesadaran. Kedua adalah menjalankan fungsi cendekiawan hanya dengan mengajak masyarakat banyak untuk menyikapi hal ini agar tidak kebablasan dan karena itu saatnya untuk semacam wake up call, untuk terbangun dari suasana "tidur" dan menyuarakan agar jalannya bangsa dan negara dikembalikan kepada yang benar.
Sudirman Said di depan forum || YP-Yuliantoro
“Munculnya gerakan-gerakan mahasiswa dan kaum intelektual akan terus bergulir untuk mengingatkan pemegang kekuasaan agar tidak kebablasan. "Karena memang kalau tidak diingatkan bisa kebablasan,” ujarnya.
BACA JUGA: Wamenkumham Resmi Tersangka Gratifikasi, Belum Ada Informasi Penahanan
Karena itu dalam pandangan Sudirman Said, pemilu adalah cara paling baik untuk melakukan penyegaran kekuasaan. Dengan pemilu dilakukan pergantian kepemimpinan, karenanya gunakan pemilu untuk melakukan koreksi dengan menggunakan hak pilih.
“Masyarakat semuanya berpartisipasi dan memilih partai yang bisa memberikan signal akan ada koreksi, memilihpemimpin yang bisa memberikan harapan,” ujarnya.
BACA JUGA: Agus Santoso Memohon Maaf kepada Sri Sultan HB X dan Minta Dibebaskan Hakim
Sudirman berharap, seluruh aparat tetap bersikap profesional, bersikap netral melayani warga dan bukan melayani kelompok tertentu dalam Pemilu. “Insya Allah kalau kita bisa jalankan peran seperti itu maka pemilu hasilnya akan berkualitas, dan pemilihan berkualitas itu akan menghasilkan pemimpin yang secara moral didukung rakyat,” katanya.
BACA JUGA: PDIP Bantul Optimis Ganjar-Mahfud Raih 75 Persen Suara
Sebaliknya, lanjut Sudirman, bila aparat itu cenderung tidak netral maka apapun dan siapapun yang dihasilkan akan menimbulkan goncangan. Kita tidak ingin seperti itu. Jadi kita menaruh kepercayaan dan kita berdoa mudah-mudahan mereka diberi kekuatan untuk terus bersikap netral dan betul-betul menjadi pelayan dari seluruh warga. (Tor/Met)
