Yogyapos.com (SLEMAN) - Sekitar 800 goweser dari 97 klub sepeda di DIY, Magelang dan Muntilan ikut ambil bagian merayakkan Sewindu Komunitas Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) sekaligus Syawalan 144 6 H, pada Sabtu (26/4/28025).
Kegiatan Gowes Bareng (GO BAR) mengusung semangat 'Goweser Bersa habat dengan Alam" ini bergerak dari titik start Halaman Kalurahan Condongcatur dan finish di Green Kayen, Depok, Sleman.
BACA JUGA: Keren! Danang Mengenakan Busana Jawa Hadiri HUT ke-16 Paksi Katon
Mereka menempuh rute sepanjang 18 kilometer, dengan diupandu Tim Marshal yang sigap mengarahkan peserta melintasi ja lur yang telah disiapkan.
.jpg)
Namun, lebih dari sekadar bersepeda, perayaan sewindu Algojo kali ini juga menjadi momen untuk berbuat nyata bagi lingkungan. Alih-alih membawa cinderamata seperti biasanya, para komunitas yang hadir diminta membawa satu bibit pohon untuk ditanam di area Green Kayen, sebuah destinasi wisata baru di Condongcatur.
BACA JUGA: Pelatihan Isolasi dan Kultur Bakteri, Ini Tujuannya
Selain itu, Algojo juga berbagi kebahagiaan lewat santunan sembako dan uang tali asih kepada 20 anak yatim dari Kayen dan Krikilan.
Ketua Algojo, Gianto, menjelaskan langkah ini menjadi bentuk nyata kepedulian komunitas sepeda terhadap penghijauan dan masyarakat sekitar.
BACA JUGA: Peredaran Upal Merambah Yogya dan Sleman, 5 Pelaku Ditangkap
"Daripada memberikan cindera mata, kami minta setiap komunitas membawa satu bibit pohon untuk penghijauan Green Kayen. Selain itu, seperti biasanya, kami juga mengadakan bhakti sosial," ujarnya.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Upayakan Asuransi bagi Relawan Kebencanaan
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan pembagian doorprize, mulai dari dua unit sepeda, mesin cuci, kompor gas, kipas angin, hingga berbagai hadiah menarik lainnya. Sebanyak 800 mangkuk bakso gratis, jajanan pasar, serta minuman segar turut disajikan untuk para peserta, hasil kolaborasi dengan UMKM lokal.
BACA JUGA: Korem 072/Pmk Rehab Panti Asuhan Sasana Kreatif Mandiri Sambilegi
Pembina Algojo yang juga Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menegaskan acara ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarpecinta sepeda.
BACA JUGA: RSA UGM Naik Kelas A, Jadi Pusat Rujukan Nasional
"Semoga setiap kayuhan sepeda tidak hanya menyehatkan raga, tapi juga mempererat persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan," katanya.
BACA JUGA: Eksekusi Rumah di Banguntapan Mulus, Advokat Herkus Apresiasi Pengadilan
Tak ketinggalan, Sesepuh Goweser DIY, Heru Rasya, turut memberikan apresiasi. Algojo diharapkan terus menjadi wadah yang menginspirasi komunitas sepeda lain dengan semangat guyub dan kreatif, terutama dalam mengemas kegiatan gowes dengan nilai-nilai sosial dan promosi wisata.
BACA JUGA: Bima Wp Rilis 'Jejak Kegalauan' Kolaborasi Tya Subiakto
Bagi para peserta, acara ini terasa istimewa. Hesti Retnowati, Ketua Komunitas G4S Jogja, mengungkapkan kegembiraannya.
"Biasanya event seperti ini berbayar, tapi di sini gratis, masih dapat makan bakso, snack, dan banyak doorprize. Terima kasih Algojo, semoga tetap rukun dan jaya!" tuturnya.
BACA JUGA: Seorang Pencari Ikan Hanyut di Sungai Progo
Penuh dengan semangat kebersamaan, penghijauan, dan berbagi, sewindu Algojo menjadi bukti bahwa bersepeda bisa lebih dari sekadar hobi, tetapi juga sarana untuk mencintai alam dan mempererat persaudaraan. (*/Agn)
