Yogyapos.com (BANTUL) - Para relawan kebencanaan di Kabupaten Bantul diharapkan memperoleh asuransi kesehatan, sebagai wujud apresiasi atas kerja kemanusiaan yang mulia.
"Sebenarnya pada tahun-tahun yang lalu kami sudah merealisasikan asuransi itu meski pada tahun 2025 hanya mengalokasikan sekitar 500 orang," kata Plt Kepada BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanto, disela menghadiri Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2225, di Paseban Bantul, Minggu (27/4/2025).
BACA JUGA: Seorang Pencari Ikan Hanyut di Sungai Progo
Agus berharap, rencana alokasi asuransi dapat terealisasi dengan baik dan tersedia anggaranya.
Dikatakan, Bantul termasuk wilayah rawan bencana terutama banjir saat musim hujan. Dari 17 Kapanewon setidaknya ada tiga Kapanewon yaitu Kretek, Srandakan dan Sanden, yang rentan terdampak bencana banjir.
BACA JUGA: Syawalan dan Pelantikan 5 DPC Peradi Pergerakan, Ini Pesan M Syafei SH
Sedang yang kekeringan dan membutuhkan air bersih di saat musim kemarau kecuali tiga Kapanewon yaitu Bantul, Sewon, Banguntapan dan Kasihan.
Solusi untuk mengatasi kekeringan yang telah terjadi diantaranya menyediakan bantuan air bersih dengan truk tangki. Nantinya diharapkan juga akan ada pembuatan sumur bor.
BACA JUGA: Pelatihan Isolasi dan Kultur Bakteri, Ini Tujuannya
Sementara itu, Asisten Pemerihtahan Pemkab Bantul, Hermawan Stiaji, menyatakan Apel seperti ini jangan sebatas dan cenderung seremonial, akan tetapi harus diimbangi dengan aplikasi yang luas. katanya.
“Artinya, kesiapsiagaan bencana harus diprekuat termasuk oleh Masyarakat,” tandasnya saat membacakan sambutan Bupati Abdul Halim Muslih.
BACA JUGA: Korupsi di Lapas Cebongan, Michael Raditya Praja Divonis 7 Tahun & Denda Rp 300 Juta
Berbagai agenda HKB 2025 di Bantul yaitu Gladi Tsunami di Sanden, Kretek dan Srandakan pada Sabtu (26/5). Selanjutnya mancing bersama di irigasi dekat Kantor BPBD Bantul pada Minggu (27/4) dan seminar kebangsaan di AKN Yogyakarta pada Selasa (29/4). (Spd)
