Yogyapos.com (SLEMAN) - Kerusakan badan jalan pada ruas Jalan Tangisan-Blaburan di wilayah Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel dikeluhkan warga. Pasalnya kerusakan telah berlangsung lebih dari satu tahun, belum ada pembenahan.
Sebagai ungkapan kekesalan, mereka memasang sejumlah spanduk yang diletakkan sepanjang jalan, diantaranya berbunyi ‘Jangan Ada Korban Diantara Kita’.
Fasilitas jalan yang terletak tak jauh dari proyek Jalan Tol Jogja - Bawen Seksi 1 tersebut merupakan jalan penghubung antar provinsi, yakni DIY dengan Jawa Tengah, termasuk akses jalan warga Dusun Tangisan, Kalurahan Banyurejo.
BACA JUGA: Tabrakan Harley vs Vario di Ringroad Selatan, Tiga Orang Terluka
Kerusakan jalan milik provinsi DIY ini diduga lantaran kerap dilalui kendaraan besar, alhasil menyebabkan muncul sejumlah lubang besar dan genangan air ketika terjadi hujan. Meski ruas jalan tidak panjang, namun pada titik kerusakan sangat membahayakan pengendara jalan.
Warga pun pernah berinisiatif melakukan pembenahan secara swadaya dengan cara menimbun lubang menggunakan batu split, namun hasilnya belum maksimal.
BACA JUGA: Anggota DPRD Bantul Teguh Santoso Imbau Disnakertrans Realisasi Padat Karya
“Kerusakan jalan itu sejak satu setengah tahun lalu, itu merupakan jalan provinsi penghubung Jogja ke Magelang Jawa Tengah,” kata Rafi Nur Majid selaku Ketua Pemuda Dusun Tangisan, Minggu (2/2/2025).
Menurut, Rafi, dengan kondisi tersebut, pernah terjadi insiden kecelakaan pengendara sepeda motor tepat di lokasi. Selain berlubang di titik tersebut minim penerangan jalan dan rambu-rambu lalulintas.
BACA JUGA: Komisi A DPRD Bantul Speak Up, Kerusakan Dam Srandakan Kian Parah
“Jalan itu cukup ramai, pernah ada pengendara motor jatuh karena ada lubang, lubang cukup besar,” ungkapnya.
Sejumlah spanduk dipasang warga Dusun Tangisan Banyurejo Tempel Sleman || YP-Eko Purwono
Doyo Santoso salah satu warga Tangisan menambahkan, sejak berlangsung proyek jalan tol dirinya mengaku kerap melihat armada-armada alat berat yang melintas sehingga diduga menyebabkan penyusutan kualitas jalan.
BACA JUGA: Remaja Belia Diduga Bawa Kabur dan Mengintimi ABG, Ditangkap di Apartemen
“Sebelum ada pembangunan jalan tol, seingat saya jalan baik-baik saja, artinya ada pemeliharaan dari pihak PU, dan kerusakan tidak begitu berat,” kata Santoso.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat DusunTangisan, Diyan Sama Putra mengungkapkan, selain dipicu oleh kendaraan tonase besar, rusaknya bangunan drainase juga menyebabkan air meluber ke jalan.
“Jalan ini berlubang cukup parah, apalagi minim penerangan saat malam, dan adanya saluran air yang sudah tidak berfungsi, itu menyebabkan genangan air yang mempercepat kerusakan jalan,” ungkap Diyan.
BACA JUGA: Bupati Kustini Apresiasi Kontribusi NU Jaga Keharmonisan Bangsa
Warga berharap fasilitas tersebut segera dibenahi. Karena kedalaman lubang mencapai kurang lebih 40 cm
“Kami berharap perbaikan, minimal penambalan, juga penambahan penerangan dan perbaikan gorong-gorong,” tuturnya.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, One Sigit Hermanto menyebutkan, selama ada pembangunan tol maka perbaikan ruas jalan ini menjadi tanggung jawab pelaksana Tol Jogja-Bawen. “Perbaikan kerusakan jalan dan perkerasan ini menjadi tanggungjawab pelaksana proyek jalan tol Jogja Bawen,” jelas One.
Dalam perencanaan, pihaknya akan mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin, yang di dalamnya ada pekerjaan perbaikan saluran, guna memperlancar drainase.
“Nanti akan kami alokasikan anggaran pemeliharaan rutin, dimana didalamnya ada pekerjaan perbaikan saluran,” tandasnya.
BACA JUGA: Polisi Ringkus 15 Orang Terduga Pembobol Gudang Atakrib, Sebagian Karyawannya
Sementara itu, General Affair PT Adhi Karya (Persero) Proyek Tol Jogja Bawen, Ghazali menjelaskan, untuk penanganan area dimaksud telah dikomukasikan dengan tim lapangan, hasilnya antara lain perlu dibuat saluran di sisi jalan untuk mengalirkan air di bahu jalan.
“Sementara dilakukan penimbunan tanah apabila hujan air tidak dapat mengali (menggenang), sudah dijadwalkan untuk membuat sudetan di sisi jalan, kemarin hari Sabtu kita sudah membahas dengan Jogoboyo Banyurejo. Besok Senin, kami sampaikan kepada tim perawatan jalan,” jelas Ghazali. (Opo)
