Komisi A DPRD Bantul Speak Up, Kerusakan Dam Srandakan Kian Parah

share on:
Rombongan Komisi A DPRD Bantul saat meninjau kondisi DAM Srandakan yang jebol || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Para anggota Komisi A DPRD Bantul, Jumat (31/1/2025) meninjau DAM Srandakan yang jebol sejak beberapa hari lalu.

Rombongan Komisi A DPRD Bantul tersebut dipimpin Ketuanya, Jumakir, menyaksikan langsung kondisi terkini DAM yang semakin parah Tingkat kerusakannya, sehingga potensial mempengaruhi wilayah sekitar.

BACA JUGA: Kabar Terbaru Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman, Begini Penjelasannya

Kerusakan dampak jebolnya DAM Srandakan di selatan Jembatan Srandakan. Sejak sehari sebelumnya, jembatan lama paling utara sudah ditutup total mulai oleh Polres Kulonptogo dan Bantul. Tiang penyangga jembatan lama nampak menggantung miring karena patah. Sepatu tiang jembatan utama Srandakan sebelah timur yang jarang terkena air juga sudah terlihat tergerus.

Kondisi terkini Dam yang jebol || YP-Supardi

Kerusakan DAM yang awalnya hanya 25 Meter, kini menjadi sekitar 100 meter. Posisinya semakin amblas, bahkan cenderung akan rata dengan permukaan air. Lahan atau tanah yang ada di selatan jembatan dan utara DAM gogos (abrasi) mencapai sekitar 100 Meter dan lebaran 75 Meter.

BACA JUGA: Tinjau Dam Srandakan yang Jebol, Begini Respons Menteri Dody Hanggodo

Sejumlah warga setempat nampak menebangi pohon di dekat sungai untuk menahankan bok kayu dari ancaman banjir dan gogosan tanah. Lokasi sudah dipasang garis polisi. Jembatan lama Sradakan ditutup untuk lewat. Jembatan yang baru (besar) dipasang rambu larangan parkir bagi mobil, sepeda motor dan yang lainnya diatas jembatan. 

Menteri PUPR Dody dan Bupati Bantul beberapa waktu lalu sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Bupati juga menyatakan status darurat.

“Menurut hasil pengamatan kami bahwa kerusakan ini sudah parah dan diperkirakan cepat meluas,” kata Jumakir didampingi anggotanya, Ani Widayani, Dhony Kristanto, Muhammad David dan Suwandi kepada yogyapos.com, di lokasi peninjauan.

BACA JUGA: Ini yang Disampaikan Wamenkes Danto Saksono tentang Penanganan TBC di Sleman share on:

Jumakir menegaskan, Pemerintah Bantul, DIY dan Pusat harus segera memperbaiki kerusakan yang ada. Sebab jika tidak segera dilakukan perbaikan maka akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah dan sangat membahayakan masyarakat.(Spd)

 


share on: