Yogyapos.com (BANTUL) - Ribuan orang mengikuti ritual Labuhan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, di Pantai Parangkusomo Parangtritis Kretek Kabupaten Bantul, Kamis (30/1/2025).
Prosesi adat yang diadakan setiap kali ini diawali dari dari Kraton, dilakukan oleh para Abdi Dalem. Mereka bergerak membawa berbagai ubo rampe dari Kraton Yogyakarta menuju ke Pandapa Kantor Camat Kretek dengan menggunakan mobil.
BACA JUGA: Kabar Terbaru Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman, Begini Penjelasannya
Sesampainya di Pendapa Kecamatan Kretek dilakukan upacara serah terima dan penghitungan berbagai benda yang akan dilabuh, dilakukan oleh para AbdiDalem dan diterima oleh Pihak Pemerintah Kapanewon Kretek dan Dinas Pariwisata Bantul.
Ubo rampe labuhan diantaranya berupa pakaian Kerabat Kraton Yogayakarta dibawa ke Cepuri Parangkusumo untuk dipanjatkan doa dan sebelum akhirnya dilabuh ke laut.
Ritual sebelum melabub ubo rampe || YP-Supardi
Lazimnya labuhan, Masyarakat berjubel saling berebut untuk mendapatkan benda yang dilabuh demi memperoleh keberkahan, ketentraman dan keselamatan.
BACA JUGA: Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Jangan Cuma Karyawan Bawahan yang Dijadikan Tersangka
“Kami rombongan mengikuti labuhan ini dan bersyukur mendapatkan barang yang dilabuh, semoga berkah,” kata Wurjiyajti (63) didampingi Darmaji (65), wisatawan asal Kaliwedi Klaten Jawa Tengah.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, labuhan ini sebagai event tahunan yang merupakan kekayaan tradisi dan potensi wisata di Bantul.
“Alhamdulilah hingga kini tradisi labuhan masih dilestarikan dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” tukasnya.
BACA JUGA:Panewu Depok Terima Ubo Rampe Labuhan Merapi dari Kraton Ngayogyakarta
Sementara itu terkait dengan kunjungan wisata Parangtritis, Saryadi mengatakan selama 25-29 Januari mencapai sekitar 73.218 orang. Dari jumlah pengunjung sebanyak itu menghasilkan PAD untuk Bantul melalui retribusi sekitar Rp 1.078.535.000. (Spd)
