Yogyapos.com (SLEMAN) - Forum Diskusi Sahabat Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FH UAJY) menggelar seminar nasional ReformAction 2025 bertema “Dinamika Demokrasi dan Hukum di Indonesia: Mahasiswa sebagai Agent of Change”, di Auditorium Kampus II, Gedung Thomas Aquinas.
Seminar ini menghadirkan narasumber utama Prof Dr Mohammad Mahfud MD SH SU MIP pakar hukum tata negara sekaligus tokoh nasional, sebagai narasumber utama. Selain itu juga Dosen Fakultas Hukum UAJY Dr W Riawan Tjandra SH MHum dengan moderator Ketua Pusat Bantuan & Konsultasi Hukum UAJY Bibianus Hengky Widhi Antoro SH MH.
BACA JUGA: Satreskrim Polresta Yogya Bongkar Sindikan Pembuatan SIM Palsu
Rangkaian acara dibuka dengan Tarian Mangastuti oleh Komunitas Tari UAJY, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan Hymne UAJY. Acara secara resmi dibuka oleh Rektor UAJY, Dr G Sri Nurhartanto SH LLM.
“Sekali lagi atas nama pimpinan universitas, saya ucapkan selamat kepada panitia yang telah mampu menyelenggarakan kegiatan ini dan terima kasih kepada Pak Prof Mahfud, Pak Riawan, dan juga Pak Hengky,” ujar Nurhartanto tentang kegiatan yang digelar kemarin.
Prof Mahfud MD menjelaskan mengenai demokrasi sebagai sistem politik di Indonesia. “Sejatinya demokrasi bukan sistem politik yang sempurna lalu bisa menyelesaikan segalanya, karena justru banyak negara demokrasi yang gagal. Namun, melalui demokrasi ada pintu bagi peran serta rakyat dan sirkulasi kekuasaan,” jelas Mahfud.
BACA JUGA: Pemkab Sleman akan Gelontorkan Dana Infrastruktur Rp 50 Juta bagi 1.212 Padukuhan
Pandangan tersebut menekankan bahwa meskipun demokrasi memiliki kelemahan, sistem ini tetap membuka peluang untuk menjaga keberlangsungan negara melalui partisipasi masyarakat dan mekanisme pergantian kekuasaan.
Sementara itu, Dr W Riawan Tjandra SH MHum menambahkan pembahasan mengenai dampak dari situasi politik di Indonesia. “Orang-orang muda selalu tampil di depan untuk mampu mendorong perubahan-perubahan yang positif, di tahun 66 dan 65 anak muda tampil disitu dan merintis sebuah perubahan besar dari era orde lama ke orde baru,” ujarnya.
Acara juga diwarnai dengan sesi tanya jawab interaktif. Ketua panitia, Jose Maria Renmeuw, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Prof. Mahfud. “Kami sangat bersyukur dapat mengundang Bapak Mahfud dan berharap kehadiran beliau dapat menjawab keresahan mahasiswa sekaligus mendapat pencerahan dari para ahli,” ungkap Jose.
BACA JUGA: Asah Social Skill, Obseva SMKN 2 Depok Gelar Talkshow Bahasa dan Sastra
Seminar ini menekankan pentingnya mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjawab tantangan demokrasi dan hukum di Indonesia. Diharapkan para mahasiswa dapat menjadi pilar yang mendorong perkembangan bangsa ke arah yang lebih baik. (*/Red)
