Yogyapos.com (SLEMAN) - Pejabat Lurah Maguwoharjo Muhammad Falak Santoso dukung dan apresiasi ide kreatif Dukuh Sambego Sarjono mengadakan lomba Wajah RT beretema ketahanan pangan.
Diketahui, gagasan tersebut lahir dari keprihatinan atas banyaknya lahan kosong di padukuan Sambego. Sehingga melalui lomba tersebut diobsiesikan dapat mengoptimaljan pekarangan melalui penanam sayuran, buah-buahan dan tanaman obat keluarga (Toga)
BACA JUGA: Brigjen TNI Bambang Sujarwo: Bela Negara Tak Selalu Identik Angkat Senjata
Muhammad Falak Susanto menyampaikan komitmen pemerintah kalurahan untuk mendampingi gerakan pemanfaatan pekarangan tersebut. Maguwoharjo sebagai salah satu kalurahan di wilayah perkotaan Sleman tidak boleh hanya fokus pada pembangugunan infrastruktur, melainkan juga harus memberi perhatian pada upaya kemandirian pangan berbasis keluarga.

“Kami sangat mengapresiasi ide dari Dukuh Sambego Harapan kami, pemanfaatan pekarangan serta ruang terbuka agar tetap produktif. Dengan langkah ini, kesejahteraan masyarakat tidak hanya bertumpu pada sektor formal, tetapi juga pada kemandi rian pangan keluaga," ujar Falak Selasa (19/8/2025).
BACA JUGA: Lurah Mororejo: Karawitan Suko Laras Karanggawang Bisa Memupuk Persatuan Warga
Ia mengatakan mengingat Maguwoharjo adalah kalurahan dengan jumlah penduduk 47.665 jiwa pada tahun 2022 (BPS Kabupaten Sleman, Kecamatan Depok dalam Angka 2023). Dari luas wilayah 705,94 hektare, sebagian besar lahan telah beralih fungsi menjadi ka wasan permukiman, perdagangan, dan jasa. Data Bappeda Sleman tahun 2021 mencatat, dalam kurun 10 tahun terakhir, Kecamatan Depok kehilangan lebih dari 20 persen lahan pertaniannya akibat pembangunan kawasan perkotaan.

“Fakta ini menjadi tantangan serius bagi kita semua. Oleh karena itu, pemanfaatan pekarangan adalah solusi nyata agar lahan sempit yang tersisa tetap produk tif. Kami ingin menjadi contoh bagaimana kawasan urban tetap bisa mandiri pangan,” katanya.
BACA JUGA: PN Sleman Kabulkan Praperadilan, Advokat Chrisna Harimurti Apresiasi
Sementara itu, Dukuh Sambego, Sarjono, menuturkan bahwa ide lomba Wajah RT berawal dari pengamatannya terhadap pekarangan warga. Banyak rumah telah ditanami toga dan sayuran secara sederhana, namun belum tertata dengan baik. Dari situlah ia menggagas lomba untuk men numbuhkan semangat bersama sekaligus memperingati HUT RI.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Lomba ini menjadi ajang memperkuat kegotongroyongan dan kebersamaan. Dengan pekarangan yang produktif, lingkungan menjadi bersih, sehat, tanpa genangan air, dan masyarakat lebih peduli pada ketahanan pangan. Insya Allah, dengan kebersamaan, ketahanan pangan di wilayah kami dapat terwujud,” tandasnya.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN UNS Tularkan Abon Ikan Nila kepada Ibu-ibu PKK Caturharjo
Ketua PKK RT06/RW Isyanti,me nambahkan bahwa ibu-ibu juga berperan penting dalam menggerakkan kegiatan ini. Mereka membentuk Demplot lahan percontohan dan mengelola pekarangan secara swadaya.
“Sebelum membuat Demplot, kami bermusyawarah terlebih dahulu. Sedangkan bibit di peroleh baik dengan menyemai sendi ri maupun membeli. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti di lomba saja, tetapi terus berlanjut untuk mendukung kehidupan sehari-hari,” harapnya. (*/Agn)
