Yogypos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Banyurejo, Kapanewon Tempel menggelar Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana tahun 2024 di aula kalurahan setempat, pada Sabtu-Minggu (14-15/12/2024).
Peserta merupakan anggota Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana), Unit Laks dan masyarakat. Diisi pemateri tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Yoga Nugroho Utomo selaku Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) dan Ketua Relawan Kemanusiaan Tempel (Rekat) Dwiyanto Hedi Purwoko.
BACA JUGA: Kejari Sleman Segera Menetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
“Ini merupakan kegiatan tahunan, untuk peningkatan kapasitas, terutama dalam hal penanggulangan kebencanaan, diikuti 80 peserta,” kata Jogoboyo Kalurahan Banyurejo Irwan Darmanta, Minggu (15/12/2024).
Menurut Irwan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Banyurejo dalam menghadapi potensi bencana termasuk dalam melakukan mitigasi bencana untuk menekan resiko, dengan mengandeng instansi terkait.

“Dalam kesempatan ini, kami undang narasumber antara lain BPBD Sleman, FK2RS dan Relawan Rekat, maka diharapakan peserta makin sadar dan sigap dalam menghadapi situasi bencana,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tekan Judol dan Penyalahgunaan Narkoba, Polresta Yogya Razia Handphone dan Tes Urine
Ketua Rekat, Dwiyanto Hedi Purwoko menambahkan, bahwa kesadaran masyarakat untuk lebih peka kerentanan lingkungannya terhadap bencana, penting untuk ditumbuhkan. Terlebih saat ini sedang memasuki musim penghujan yang rawan banjir dan angin kencang, termasuk adanya potensi megathrust dan sejumlah sesar aktif yang berpotensi menjadi sumber gempa yang dampaknya akan dirasakan warga.
BACA JUGA: Dugaan Korupsi TKD Condongcatur, Kejati DIY Mulai Kumpulkan Hasil Penyelidikan
“Namun, kesadaran itu perlu diimbangi dengan kesiapan masyarakat sekitar. Dalam kesempatan ini kami sampaikan langkah-langkah praktisi yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi resiko bencana, contohnya dengan mitigsi bencana,” jelas Hedi. (Opo)
