Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bantuan sebanyak 52 unit pompa air I NCHI SOKU kepada 52 kelompok tani di 7 kapanewon diantaranya Imogiri, Pundong, Piyungan dan Pajangan.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan oleh Bupati Abdul Halim Muslih dan Dandim Letkol Inf Muhidin SH MIP, di Kantor DKPP, Senin (13/5/2024).
BACA JUGA: Letkol Inf Tentrem Basuki Kasiops Kasrem 072/Pmk, Dandim Yogya Dijabat Letkol Inf Devy Kristiono
Bupati Abdul Halim Muslih menyampaikan pemkab Bantul akan menggarap ratusan hektar tanah wedikengser (pinggiran sungai) untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian guna mewujudkan distinasi pertanian untuk menguatkan kemadirian pangan.
“Pompa ini diharapkan mampu untuk dioperasionalkan mengairi lahan pertainan jika kekurangan irigasi guna memberdayakan para petani agar lebih berkiprah,” kata Bupati.
BACA JUGA: Pelaku Pembuang Sampah di Pinggir Jalan Nawungan Jalani Sanksi Sosial
Disebutkan, tanah wedikengser eks tempat penambangan galian C (pasir) di Sungai Progo yang ada di Kepanewon Sedayu, Pajangan dan Srandakan jumlahnya ada ratusan hektar. Untuk mengawalinya kini sedang dipersiapkan diolah sekitar 7 hektar.
“Guna mendukung dan menggarap lahan ini akan melibatkan pula pihak TNI (Kodim Bantul), Kepolisian serta masyarakat,” katanya.
Program ini dilakukan untuk penguatan ketahanan pangan. Notabene sektor pertanian juga menjadi prioritas garapan Pemkab Bantul, disusul industri serta pariwisata, karena pertanian terbukti ampuh terbukti pada saat pendemi pertumbuhannya di Bantul sekitar 4 persen.
BACA JUGA: Polres Bantul Imbau Konsumen Leasing Laporkan DC yang Lakukan Pengancaman
“Selain itu pertanian untuk menyediakan dan pemenuhan hasrat hidup kebutuhan pangan bagi manusia (kebutuhan primer). Maka perbaikan di bagian hulu (pengolahan dan berbudidaya) memperoleh atensi satu diantaranya melalui bantuan peralatan, bibit tanaman dan pupuk agar produksi pangan lancar,” tambah Halim.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo SPt, dalam laporanya mengatakan peralatan pompa air ini diharapakan diantaranya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air lahan yang yang kering akibat kemarau.
Nilai rupiah atau harga pompa ini puluhan juta rupiah per unitnya. Sedangkan setelah ini di tahun 2024 ditargetkan akan ada penambahan jumlah bantuan peralatan serupa.
BACA JUGA: Pendaftaran Ditutup, Tak Ada Calon Perseorangan Bupati-Cawabup Bantul untuk Pilkada 2024
Diharapkan peralatan ini menjadi penyemangat dan petani dalam meningkatkan hasil pertanian di Bantul untuk pemenuhan ketahanan pangan.
Usai serah terima peralatan ini secara simbolis juga dilanjutkan peninjauan sebagian lapangan ke lahan pertanian yang akan dioperasikanya pompa air ini. (Spd)
