Pemkab Bantul Anggarkan Pengadaan Barang dan Jasa Rp 1,196 Triliun

share on:
Sekda Bantul Agus B kepada Ketua Kadin Bantul Ibnu Darmanto || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menganggarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun 2024 sebesar Rp 1.196.692.423.493. Anggaran sebesar ini terbagi dalam 13.200 paket.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengadaan Barang Dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Bantul, Yanatun Yanadiana Ssi MSi, dalam laporannya dalam acara pengumuman RUP Bantul Tahun Anggaran 2024, di Pendapa Parasamya Pemkab Bantul, Rabu (31/1/2024).

BACA JUGA: Mantan Wamenkumham Eddy Hiariej Kini Bukan Tersangka

Disampaikan, dari 13.200 paket itu masing-masing terdiri 10.933 paket yang dilaksanakan melalui penyedia dengan nilai Rp 725.963.496.526, sebanyak 2.267 paket dilaksanakan secara swakelola senilai Rp 470.728.926.967. Mekanisme atau metode pengadaan langsung dengan jumlah 9.426 paket, e-purchasing 942 paket, tander 176 paket dan seleksi 10 paket.    

“Diharapkan dengan optimaliasi pemanfaatan sistem pengadaan mulai SIRUP, e-purchasing, e-tendering, toko daring, non e-tendering dan pengisian e-kontrak dapat mewujudkan pengadaan yang transparan dan akuntabel. Selain itu juga dapat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri guna mendorong pemberdayaan usaha mikro, usaha kecil dan koperasi di Kabupaten Bantul,” katanya.

BACA JUGA: Pemain Monolog Butet Kertaredjasa Dipolisikan, Diduga Lakukan Ujaran Kebencian

Sementara itu, Sekda Bantul dr Agus Budhiraharjo dalam sambuatannya menyampaikan pengumuman ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang rencana pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Bantul tahun 2024. 

“Selain itu juga guna memperlancar proses pengadaan barang/jasa tahun 2024 di Kabupayen Bantul,” ungkap Agus.

Menurut Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo hal itu prosesnya telah melalui perundangan yang berlaku dan sudah sesuai dengan azas transparansi. Diharapkan dalam melaksanakanya para penyedia barang dan jasa harus mengutamakan layanan pada kualiyas pada yang dikerjakanya. Semua pihak termasuk pemerintah dan masyarakat diimbau ikut mendukung dan merawat (handarbeni) hasil pembangunan.

BACA JUGA: Dokter Gadungan Memakan Korban Manajemen PSS Sleman, Dibekuk Setelah Buron Dua Tahun

“Hal itu penting karena berdasarkan fakta dan pengalaman pada tahun 2023 jalan di Bantul yang perlu perlu diperbaiki mencapai 650 km, namun realisasi capain perbaikanya baru sekitar 30 persenya,” katanya. (Spd)

 

 

 


share on: