Yogyapos.com (SLEMAN) - Inovasi dan sinergi diantara stake holder pariwisata Sleman seperti gerakan Reresik Dhayohe Teka yang dikoordinir Dinas Pariwisata Sleman membuahkan hasil. Selama periode 29 April – 8 Mei 2022, jumlah uang yang dibelanjakan pemudik/wisatawan di Sleman sebesar 1,220 trilyun rupiah.
Dari jumlah itu, 48,79% nya pada sektor kuliner (kurang lebih 595,7 milyar rupiah), diikuti sektor transportasi (termasuk parkir) dan belanja oleh-oleh, sebesar masing-masing Rp 211,8 milyar (17,35%), dan akomodasi sebesar Rp 95,8 milyar (86,68%).
Dalam siaran pers Dinas Pariwisata Sleman yang diterima yogyapos.com, Minggu (8/5/2022) petang menyebutkan, jumlah kunjungan di destinasi wisata di Kabupaten Sleman selama periode tersebut tercatat sebanyak 1.058.889 kunjungan.
Besarnya perputaran uang di sektor pariwisata ini dikonfirmasikan dari tingkat pengisian kamar (occupancy rate) hotel, baik berbintang maupun tidak berbintang di Kabupaten Sleman. Tingkat occupancy rate di Kabupaten Sleman mencapai angka 90% dengan lama tinggal wisatawan (length of stay) meningkat menjadi rata-rata 1,70 hari.
“Alhamdulillah tidak ada kejadian luar biasa, seperti pungli, nuthuk, kecelakaan jip dan lainnya yang menjadi berita besar yang mempengaruhi image pariwisata di Kabupaten Sleman pada musim libur lebaran kali ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir Suparmono MM.
Atas nama Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, imbuhnya, pihaknya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak, utamanya pengelola destinasi wisata dan usaha jasa pariwisata yang telah bersama-sama, bergandengan tangan sehingga pariwisata bisa menjadi sektor yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Wisatawan masih mendominasi destinasi wisata kuliner sebesar 470.592 kunjungan (44,44%), diikuti destinasi wisata alam 276.617 kunjungan (26,12%), destinasi wisata buatan manusia 169.052 kunjungan (15,96%), dan destinasi wisata budaya 142.628 kunjungan (13,47%). Candi Prambanan dan Kraton Ratu Boko masih menjadi magnet utama kunjungan wisatawan. Tercatat sampai dengan 20 ribuan kunjungan di kedua destinasi tersebut (50% dari kunjungan wisatawan di destinasi budaya). Sedangkan kunjungan ke Candi Ijo dan Candi Sambisari naik 20% dibandingkan kunjungan pada hari-hari biasa.
Destinasi wisata kuliner tradisional yang banyak diminati antara lain Gudeg Mbarek, SGPC UGM, Ayam Kalasan, dan Boyong Kalegan. Sedangkan destinasi kuliner kekinian yang banyak mengundang wisatawan antara lain Kopi Merapi, Kopi Klotok, Raminten, West Lake, Abhayagiri, Mang Engking, dan beberapa resto dan café yang tersebar di kawasan tengah Kabupaten Sleman.
Dari wisata petualangan alam, Jeep Merapi (Kaliurang dan Kaliadem) masih menjadi primadona wisatawan. Tercatat tidak kurang dari 85.052 wisatawan (30,76%). Destinasi lain yang dijadikan objek kunjungan antara lain Bunker Kaliadem, Petilasan Mbah Maridjan, Batu Alien, The Lost World, Museum Sisa Hartaku, dan Kali Kuning Park (termasuk Plunyon) mencapai 24,82%.
Selama liburan lebaran 2022 wisatawan juga mengunjungi kawasan Kaliurang, Bukit Klangon, Grojogan Watu Purbo (Tempel), dan Tebing Breksi. Destinasi wisata buatan yang tak kalah ramai pengunjung adalah Studio Alam Gamplong, Merapi Park, Suraloka Zoo, Agrowisata Bhumi Merapi, Jogja Exotarium, Ledok Sambi, Opak Tujuh Bulan, dan Blue Lagoon. (Iud)
