Yogyapos.com (BANTUL) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantul resmi memulai rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kaderisasi NU Bantul pada Rabu (15/10/2025) di Warung Omah Sawah, Sewon, Bantul.
BACA JUGA: Afnan Malay Siap Hadirkan 'Anjing Berbukit Kabut' di Kaliurang
Acara yang menjadi kick off rangkaian HSN ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting NU, antara lain Dr Hilmy Muhammad (Katib PBNU sekaligus Anggota DPD RI), Dr KH M Habib Abdus Syakur (Wakil Syuriah PWNU DIY), KH Drs Damanhuri (Rais Syuriah PCNU Bantul), dan Prof Dr Riyanta (Ketua Tanfidziyah PCNU Bantul). Turut hadir pula para ketua badan otonom dan lembaga di lingkungan PCNU Bantul, serta ketua MWC NU se-Kabupaten Bantul.
Dalam arahannya, Dr Hilmy Muhammad menekankan pentingnya penguatan kaderisasi sebagai fondasi keberlanjutan gerakan Nahdlatul Ulama. Ia mengajak setiap MWC NU di Bantul untuk segera menyelenggarakan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) sebagai langkah strategis mencetak kader penggerak yang militan dan berkarakter.
BACA JUGA: Danrem 072/Pmk Pimpin Serah Terima Jabatan Tiga Kasi dan Dandim
“Kaderisasi adalah ruh gerakan NU. Kita perlu memperbanyak forum pendidikan kader agar semangat khidmah semakin kuat di semua lini,” ujar Gus Hilmy.

Dalam gelaran peringan HSN 2025, ia juga mengajak seluruh kiai, santri, dan warga NU untuk tetap teguh dalam khidmah di tengah berbagai ujian yang dihadapi dunia pesantren.
BACA JUGA: Unjuk Rasa Ratusan Penambang di BBWSSO Yogyakarta, Sempat Diwarnai Blokade Jalan
Menurutnya, cobaan seperti musibah yang menimpa Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo serta penghinaan terhadap pesantren melalui tayangan Expose Uncensored di Trans7 harus dijawab dengan keteguhan, persatuan, dan kontribusi nyata bagi umat.
Sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian kegiatan, Dr KH M Habib Abdus Syakur memukul gong, disambut bacaan sholawat dan tepuk tangan para peserta.
Ketua Tanfidziyah PCNU Bantul, Prof Dr Riyanta, menyampaikan bahwa rangkaian Hari Santri Nasional tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat soliditas warga NU melalui penguatan kaderisasi dan peran santri di masyarakat.
BACA JUGA: Murid SMA Muhi Yogya Raih Prestasi di Australia, Ini Ujud Kejuaraannya
“Semangat Hari Santri harus menjadi energi untuk meneguhkan khidmah. Santri tidak hanya berjuang di pesantren, tetapi juga menjadi motor penggerak sosial, ekonomi, dan kebudayaan di tengah masyarakat,” tutur Prof. Riyanta.
Ia juga menegaskan bahwa PCNU Bantul terus berkomitmen membangun sistem kaderisasi yang terarah agar nilai-nilai ke-NU-an tertanam kuat di kalangan generasi muda.
BACA JUGA: Bersih-bersih Sungai, Upaya Ubah Sikap Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan
Rangkaian Kegiatan HSN 2025 PCNU Bantul
Setelah kegiatan kick off, PCNU Bantul telah menyiapkan berbagai agenda yang berlangsung sepanjang Oktober hingga November 2025, di antaranya Roan Pondok Pesantren (17–19 Oktober 2025), Istighotsah dan Workshop Santri (19 Oktober 2025), Apel Hari Santri Nasional (22 Oktober 2025, di Lapangan Paseban Bantul), Santri Festival (26 Oktober 2025), Halaqah Santri, Pentas Budaya dan Pengajian Hari Santri, serta Wayang Santri (November 2025, jadwal dalam konfirmasi)
BACA JUGA: Kecam Tayangan Trans7, Gus Hilmy: Melukai Martabat Pesantren
Rangkaian kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen PCNU Bantul dalam meneguhkan semangat santri sebagai penjaga moral bangsa, pewaris perjuangan ulama, serta penggerak kebudayaan dan kemandirian pesantren. (Markaban Anwar)
