Pantauan Forpi: Terjadi Pelanggaran, Akses Pejalan Kaki Terganggu

share on:
Pemandangan y ang tidak sedap hasil bidikan Forpi Yogya || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pemantauan terkait fasilitas umum (fasum) berupa pedestrian dijalan KH. Ahmad Dahlan dan dijalan Perwakilan Kota Yogyakarta, Kamis (13/1/2022).

Pemantauan dititik beratkan pada pemanfaatan kawasan pedestrian yang lebih dikhususkan bagi pejalan kaki itu bukan justru dijadikan lahan parkir baru.

Dari hasil pemantauan pedestrian di Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Yogyakarta  nampak sejumlah tempat usaha rumah makan yang memarkir kendaraan roda duanya di kawasan pedestrian yang baru saja diresmikan pada akhir tahun 2021 lalu. Akibatnya sejumlah pejalan kaki agak kesulitan melintasi pedestrian yang menghabiskan dana berasal dari dana keistimewaan senilai Rp. 9,5 miliar tersebut dari pagu anggaran sebesar Rp 9,9 miliar.

Sementara itu pemantauan di kawasan pedestrian dijalan Perwakilan Kota Yogyakarta nampak sejumlah pekerja sedang memperbaiki granit yang mengalami kerusakan. Perbaikan granit yang rusak dimulai dari sisi timur. 

Forpi Kota Yogyakarta berharap kepada OPD terkait termasuk kewilayahan (Kelurahan dan Kecamatan) untuk rutin melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap sejumlah pedestrian yang belum lama diresmikan oleh Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Pedestrian yang seharusnya diperuntukan bagi pejalan kaki maka pemanfaatannya seharusnya bagi pejalan kaki bukan untuk lahan parkir baru dan bukan pula untuk menambah luas lahan bagi PKL. Masyarakat sekitar termasuk komunitas juru parkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL) juga turut mengawasi dan merawat fasilitas umum yang ada.

Forpi Kota Yogyakarta mengapresiasi respon dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota  Yogyakarta melalui penyedia jasa karena masih masa pemeliharaan dengan memperbaiki sejumlah granit yang rusak. 

Harapannya jika kondisi granit belum benar-benar kering (belum layak dilintasi) maka jangan dilintasi. Karena sebagus apapun kualitas dari granit yang ada jika belum saatnya dilintasi (apalagi kendaraan berat seperti bus) maka dapat mudah rusak lagi. Sinergitas antar OPD terkait sangat diperlukan. (*)

 

 


share on: