Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Ingatkan Ancaman Keutuhan NKRI

share on:
Kasrem Kolonel Inf Hotlan Maratua Gurning SIP saat bacakan amanat Panglima TNI dalam Upacara 17-an bulan Januari 2023, di Lapangan Apel Makorem 072/Pamungkas, Jalan Reksobayan No 4, Yogyakarta, Selasa (17/1/2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Situasi dan kondisi di lingkungan strategis saat ini terus berkembang dengan cepat, dinamis, dan penuh dengan ketidakpastian. Hal ini telah memunculkan beragam spektrum ancaman baik ancaman militer, ancaman non militer, maupun ancaman hibrida yang berpotensi mengganggu kedaulatan dan keutuhan NKRI, serta keselamatan segenap Bangsa Indonesia. 

Pernyataan tersebut disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono yang dibacakan Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Hotlan Maratua Gurning SIP saat memimpin Upacara 17-an bulan Januari 2023, di Lapangan Apel Makorem 072/Pamungkas, Jalan Reksobayan No 4, Yogyakarta, Selasa (17/1/2023). 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-latihan-penanggulangan-bencana-alam-resmi-ditutup-kasrem-kolonel-hotlan-maratua-gurning-9012

Upacara diikuti oleh seluruh prajurit dan PNS Makorem 072/Pamungkas, serta Kasiren, para Kasi Kasrem 072/Pamungkas dan para Dan/Ka Satdisjan jajaran Korem 072/Pamungkas.

Panglima tak lupa mengucapkan selamat Natal bagi rekan-rekan yang beragama Nasrani, dan selamat Tahun baru 2023 untuk seluruh prajurit TNI.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini sangatlah beragam dan kompleks. Pandemi Covid-19 masih menyisakan permasalahan berupa krisis ekonomi dan inflasi di tengah masyarakat.

Kasrem memimpin upacara || YP-Ist

TNI sebagai alat utama pertahanan negara harus terus hadir untuk berperan aktif sesuai dengan fungsi dan tugas pokok TNI yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-gubernur-diy-berharap-rkpd-2023-dapat-membumi-9449

“Sebagai garda terdepan dan benteng terakhir NKRI, TNI harus mampu membantu mengatasi kesulitan dan permasalahan yang dihadapi bangsa. Sesuai visi saya sebagai Panglima TNI, TNI harus mampu menjadi Patriot, yakni prajurit TNI profesional, modern dan tangguh. TNI kuat, rakyat bermartabat,” tandasnya.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan beberapa penekanan sebagai pedoman dalam berdinas dan bertugas sehari-hari  sebagai berikut: Pertama, pengabdian kepada NKRI harus tulus ikhlas dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berpedoman pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-awal-tahun-kasrem-kolonel-hotlan-maratua-ajak-anggota-olahraga-bersama-9345

Kedua, tingkatkan kualitas sumber daya prajurit agar menjadi prajurit yang profesional, tangguh, bermoral, berdedikasi, dan mempunyai loyalitas tinggi serta bermental Sapta Marga.

Ketiga, pertajam naluri tempur dan kemampuan dalam pelaksanaan tugas operasi gabungan. Perkokoh soliditas antar satuan TNI dan perkuat pula sinergisitas TNI dengan Polri serta dengan elemen Pemerintah dan lembaga lainnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kasrem-ikut-apel-gelar-pasukan-operasi-lilin-2022-libatkan-166322-personel-gabungan-9230

Keempat, TNI harus menjadi pengayom dan membantu kesulitan rakyat guna memberikan rasa aman dari segala bentuk ancaman. Kelima, wujudkan reformasi birokrasi di lingkungan dan kultur organisasi TNI agar TNI menjadi instansi yang bersih, bebas korupsi dan semakin dicintai rakyat.

Keenam, tanamkan nilai-nilai keprajuritan serta junjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, dan jaga selalu netralitas TNI. Ketujuh, stop aksi arogansi prajurit TNI, kalian harus tegas namun tetap harus humanis dan disegani. (*/Met)

 


share on: