Yogyapos.com (SLEMAN) - Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali) yang terletak Jalan Ring Road Utara Sleman merupakan salah satu museum di Yogyakarta yang menampilkan berbagai momen dan tokoh-tokoh bersejarah.
Di Lantai 1 terdapat berbagai koleksi yang berhubungan dengan perjuangan Jenderal Sudirman dalam memimpin perang gerilya dengan Sistem Pertahanan. Disini pengunjung dapt melihat tandu maupun dokar yang pernah digunakan oleh Jenderal Sudirman dalam memimpin pasukannya berjuang melawan Belanda.
BACA JUGA: Lurah Tegaltirto Ditahan di Rutan Wirogunan, Ini Penyebabnya
Selanjutnya bila pengunjung naik ke Lantai 2 dapat menikmati diorama 3D yang menggambarkan peristiwa penting dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, terdapat pula relief-relief yang menggambarkan peristiwa perjuangan bangsa Indonesia hingga kemerdekaan.
Abdul Maruf, pemandu wisata di Lantai 2 (Monjali) || YP-Agung Dwi Purwanto
Sedangkan di Lantai 3 terdapat patung Jenderal Sudirman dan diorama peristiwa 1 Maret 1949. Di ruang yang diberi nama Garbha Graha ini pengunjung juga dapat mengheningkan cipta dan mendoakan arwah pahlawan yang telah gugur.
BACA JUGA: Sidang Penganiayaan Advokat, Ada Perbedaan Keterangan Saksi dan Korban
"Di lantai dua ini, terdapat sepuluh diorama yang menggambarkan serta menceritakan peristiwa peristwa perjuangan yang diawali peristiwa Agresi Belanda ke 2 pada pada 1 Desember 1948 waktu agresi lapangan Maguwo," kata Abdul Rauf, pemandu wisata di Lantai 2 Monjali.
Diorama Kedua, adalah pertemuan antara Soaekarno dan Panglima Jendral Sudirman dimana biliau setelah mengetahui Yogya diduduki Belanda kemudian melapor sekaligus berpamitan kepada Soekarno di Gedung Agung untuk memimpin perang gerilya di luar Yogya.

"Sedangkan diaroma Ketiga menunjukan peristiwa perjuangan 22 Drsember 1948 tiga hari setelah terjadinya agresi Belanda di Yogya, ibu kota yang ada di Yogya jatuh ke tangan Belanda dan kemudian dikuasai oleh militer Belanda yang sekaligus menawan pimpinan selanjutnya mengasingkannya ke Sumatera," ungkap Abdul Rauf yang juga mejelaskan sepuluh diorama di lantai dua.
BACA JUGA: Nurhayati Ali Assegaf Jauhi Politik Praktis, Fokus Cetak Perempuan Berkelas Global
Abdul Rauf menuturkan, Monjali, didirikan dengan tujuan yakni satunya sebagai sarana pendidikan khususnya sejarah perjuangan bangsa kepada generasi penerus. Sehingga monomen ini, mempunyai posisi strategis untuk bisa melestarikan nilai-nilai perjuangan sekaligus sebagai museum pendidikan kebangsaan generasi muda.
“Monjali tentu penting bagi para pelajar atau generasi muda calon penerus bangsa,” pungkasnya. (Agn)
