MilkLife Soccer Challenge 2025 Sukses Digelar di Sleman, Libatkan Ribuan Siswi

share on:
Regina Mikaela Lintang Puti dari SD Kanisius Duwet Sleman ikut berlaga di ajang JSSL Singapore 7’s 2025 || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Milklife Soccer Challenge-Yogyakarta 2025 berlangsung sejak 18 hingga 22 Juni 2025, di Stadion Tridadi dan Lapangan Sidomoyo Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yogyakarta menjadi kota kedelapan digelarnya turnamen pada tahun ini. Event yang sama sebelumnya telah diselenggarakan di Kudus, Semarang, Surabaya, Tangerang, Jakarta, Solo dan Bandung.

BACA JUGA:Tim SD Kanisius Duwet Juara KU-12 Milklife Soccer-Yogyakarta, Ini Hasil Lengkapnya

Turnamen sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraha Djarum Foundation dan MilkLife ini diikuti 1.315 siswi dari 70 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), yang terbagi dalam 37 tim KU 10 dan KU 12.

“Jumlah peserta kali ini meningkat disbanding pada penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge – Yogyakarta Seri 2 pada Oktober tahun lalu yang diikuti 1.203 siswi,” ujar Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann, di Sleman, Minggu (22/6/2025).

Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann || YP-Ismet NM Haris

Timo mengungkapkan, tiga siswi asal Yogyakarta hasil seleksi MilkLife Soccer Challenge tahun lalu, berhasil masuk ke dalam skuad MilkLife Shakers (U-12) dalam Tim HydroPlus Strikers (U-14) yang berlaga di ajang JSSL Singapore 7’s 2025. Mereka adalah Zahra Izzati Naila Alkhaliqi dari SD Pujokusuman 1 Yogyakarta yang memperkuat MilkLife Shakers (U-12), serta Regina Mikaela Lintang Puti dari SD Kanisius Duwet Sleman dan Ayla Dva Khala Ahimsa dari SDN Nanggulan Kulonprogo yang bergabung dalam Tim HydroPlus Strikers (U-14).

BACA JUGA: Senator DPD RI Asal Yogya Kecam Serangan Amerika ke Iran, Dorong PBB Investigasi

“Kedua tim debutan yang membawa nama Indonesia ke pertandingan tingkat internasional itu sukses menjadi runner up,” tandas Timo.

Diketahui, sepanjang tahun MilkLife Soccer Challenge akan diselenggarakan di delapan kota yang sama seperti tahun sebelumnya yaitu Kudus, Semarang, Surabaya, Tangerang, Jakarta, Solo, Bandung, Yogyakarta, serta tambahan dua kota baru yakni Bekasi dan Malang.

Skuad SD Kanisius Duwet Sleman didampingi ortunya jelang berlaga || YP-Ismet NM Haris

Para pemenang di setiap derah itu akan Kembali berkompetisi di MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada Juli 2026, di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Tour de PMI Sleman Atasi Kekurangan Stok Darah

Selain mempertandingkan KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge juga menggelar Festival Seneng Soccer untuk anak-anak usia 6-8 tahun. Hal ini bertjuan untuk mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap sepakbola, guna menjaga mata rantai regenerasi sepak bola putri.

Perwakilan Djarum Foundation, Edi Mulyono || YP-Ismet NM Haris

“Para peserta diajak bermain bola dengan berbagai rintangan, yang dapat mengasah Teknik, kecepatan hingga ketahanan fisik selama masa pengenalan sepak bola,” pungkas Coach MilLife Soccer berdarah campuran Jerman-Indonesia kelahiran Kediri.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge - Yogyakarta 2025 merupakan komitmen Djarum Foundation dan MilkLife untuk terus memupuk pertumbuhan ekosistem sepak bola putri dari level akar rumput. Untuk meningkatkan kualitas talenta pesepakbola putri muda, sejumlah inovasi dan penyesuaian diterapkan, salah satunya waktu penyelenggaraan turnamen yang selaras dengan kalender akademik.

“Setelah kami melakukan evaluasi, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge akan lebih tepat jika mengikuti kalender akademik, karena perkembangan para atlet belia bisa semakin terstruktur sesuai jenjang usianya. Untuk itu, mulai akhir Juli nanti, kami akan menggelar MilkLife Soccer Challenge 2025-2026, yang akan menyasar sepuluh kota di Indonesia,” tutur Yoppy. (*/Met)


share on: