Yogyapos.com (JAKARTA) - Dana Pensiun di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera dibersihkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang akan bersinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Pekan depan saya bersama Ketua KPK (Firli Bahuri) akan bertemu dengan seluruh BUMN untuk bicara hati-hati, karena kita akan investigasi audit,” kata Menteri BUMN.
Menteri BUMN mengatakan, fokus audit Dana Pensiun tersebut tidak hanya pada PT Asuransi Jiwasraya (persero), PT Asabri, dan PT Taspen (persero), namun juga akan memperbaiki Dana Pensiun di masing-masing perusahaan plat merah yang terindikasi bermasalah.
Sebab, berdasarkan data yang berhasil dihimpunnya, hanya sekitar 35 persen Dana Pensiun BUMN dalam kondisi sehat, sedangkan 65 persen lainnya terindikasi bermasalah.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-dua-pembobol-rumah-jaksa-diringkus-di-jakarta-9341
“Saya mau bersih-bersih. Jangan kita hanya fokus pada Asabri dan Jiwasraya, sementara yang Dana Pensiun di masing-masing BUMN lupa,” tegas Menteri Erick seperti dilansir InfoPublik, Selasa (3/1/2023).
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-achmad-ubaidilah-menjabat-kabag-tata-pemerintahan-setda-diy-9347
Sebelumnya, Menteri BUMN mengungkapkan, sekitar 65 persen Dana Pensiun di BUMN membutuhkan perhatian khusus untuk segera diperbaiki agar tidak memburuk sebagaimana kasus Asabri dan Jiwasraya.
Kementerian BUMN, menurut Erick, telah melakukan benchmarking dengan Singapura dan Kanada untuk bisa menyelesaikan perbaikan Dana Pensiun di BUMN.
“Kementerian BUMN berencana untuk melakukan transformasi pengelolaan Dapen BUMN sesuai tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) pada 2023 mendatang,” kata dia.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-sppt-pbbp2-sleman-tembus-rp-95321-miliar-9339
Dana Pensiun BUMN diharapkan bisa dikelola secara profesional, tidak seperti saat ini yang dikelola secara mandiri oleh masing-masing BUMN.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-musibah-tak-halangi-watie-respati-melukis-9316
Dengan pengelolaan yang profesional, pensiunan BUMN diharapkan bisa mendapat kepastian soal penempatan dana mereka.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-partai-ummat-lolos-verifikasi-berhak-ikut-pemilu-2024-9318
Menurut Menteri Erick, pihaknya telah berupaya memulai langkah konsolidasi dengan memanggil seluruh direksi BUMN soal temuan-temuan di lapangan.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-aliansi-aksi-sejuta-buruh-minta-presiden-cabut-perppu-cipta-kerja-9361
“Saya akan menindak keras jika ada indikasi penyelewengan seperti yang terjadi di Jiwasraya dan Asabri,” katanya menandaskan. (*)
